Jumat, 26 Agustus 2011

Perbedaan dalam Agama

Oleh: Rihan Musadik

Agama merupakan landasan pokok dalam berkehidupan dan berkebangsaan yang harus dipahami oleh setiap insan, agar tatanan kehidupan manusia dapat berjalan dengan teratur. Hal itu hanya bisa terwujud apabila setiap individu memahami agamanya masing-masing dengan benar dan berusaha untuk mengamalkannya, karena pada dasarnya setiap agama mengajarkan tentang nilai-nilai kebaikan dan kemuliaan, meskipun pada hakikatnya antara agama yang satu dengan agama yang lain berbeda dalam konsep ketuhanan.

Karena konsep ketuhanan yang berbeda inilah yang membuat seringkali antar berbagai agama terjadi pertikaian, itupun hanya terjadi pada orang-orang yang tidak memahami perbedaan atau orang awam yang mudah diprovokasi, yang dalam bahasa intelektual disebut pada level grass root ‘akar rumput’. Pertikaian dalam perbedaan agama tidak akan terjadi pada individu yang memahami agamanya dengan benar. Khususnya agama Islam, yang dalam fakta sejarah agama ini terbukti paling toleran. Bahkan Islam sangat mengakui perbedaan dalam segala aspek kehidupan yang dapat kita temukan dalam nash-nash Al-Qur’an dan As-sunnah.

Pelita Hatiku

Wahai wanita pelita hatiku
yang menerangi ruang cinta hatiku
Engkau selalu mengisi bayang pikiranku
Dengan diri pesona kelembutanmu
Bak kain sutra terlembut di dunia

Taukah kau…
Aku merasakan getaran cinta
pada pandangan pertama
Pandangan kedua
Pandangan ketiga dan seterusnya
Pada dirimu
Dalam pertemuan kita di komunitas kesalehan


Rihan Musadik
Purbalingga, Juni 2011

Minggu, 10 Juli 2011

Cinta Suci

Kudengar alunan cinta memanggilku
Dari hati yang dipenuhi iman
Kurasa suara hati memikatku
Dari hati yang suci

Terseret pikiranku tuk slalu membayangimu

Dari senyummu yang paling indah
Dan jiwaku tergugah
Hatiku merekah

Dari wajahmu yang indah
Kurasakan ada secercah kebahagiaan di hatiku


Rihan Musadik
Bis Efisiensi, dalam perjalanan pulang
Juni 2011

Sabtu, 16 April 2011

Terasing

Dalam kesendirianku yang sepi
Aku sungguh malu
Tapi tak tahu malu apa
Malu yang tak berguna

Dan selalu ku merasa tersendiri
Dari kelompoknya yang terasing

Kecuali, dalam hal kebaikan
Kewajiban yang mendekat pada tuhan

Dan aku Akan berusaha tak canggung
Memenuhi kewajiban orang beriman


Rihan Musadik
Yogyakarta, Maret 2011

Doa Seorang Mahasiswa

Wahai Tuhanku
Aku akan tetap berusaha ikhlas
Ridha akan semua pemberian-Mu
Syukur atas segala nikmat-Mu
Sabar atas segala ujian dan cobaan-Mu
Istiqomah menjalankan perintah-Mu
Menjauhi segala larangan-Mu

Tapi, Ya Rabb
Hamba ini manusia lemah tak berdaya
Jika tanpa kekuatan dan karunia-Mu

Hamba-Mu yang hina dina ini mohon, Ya Rabbi
Karuniakan hamba kemudahan dalam setiap urusan
Kasih hamba solusi atas segala persoalan
Ringankanlah hamba mengarungi kehidupan
Kuatkanlah hamba untuk selalu istiqomah di jalan-Mu

Dan hamba-Mu yang kotor ini mohon Ya Allah
Karuniakanlah hamba kendaraan
Agar hamba lebih mudah dalam berpergian. Amiin.


Rihan Musadik
Yogyakarta, 4 April 2011

Berjalan tuk Sebuah Penantian

Tiap hari kuberjalan
Melewati teriknya panas mentari

Kupatahkan rasa lemah dan lelah
Kubiarkan patah semangat
Yang mendera merong-rong hatiku

Kubersihkan hati pikiranku
Dari kufur nikmat

Walau kadang lelah
Aku tetap bersyukur bersemangat

Meski harus kutempuh jalanan
Untuk penantian masa depan
Atau untuk sebuah kebaikan


Rihan Musadik
Yogyakarta, 4 April 2011

Batagor Tanpa Sambal

Sore hari yang cerah
Kududuk bersarung di atas kasur tipis
Kuselesaikan wiridanku

Lalu aku dengar suara-suara tak mengenakkan
Aku khawatir mereka akan gaduh dan menggangguku
Hatiku lega ternyata mereka pergi
Dan sore menjadi tenang
Hanya suara ibu-ibu pengajian di musholla

Saat kududuk sambil membaca buku
Batagor datang menghampiriku
Meski tanpa sambal, tapi gratis
Oh, nikmatnya
Terima kasih Kang Abbas


Rihan Musadik
Yogyakarta, 2 April 2011