Dalam setiap bentuk wajahmu
Putih berseri, indah dilihat dan menyenangkan hati
Model rambutmu yang menawan
Yang membuat kau jadi bidadari
Dan keindahan tubuhmu yang sempurna
Sangat menarik untuk aku pandang
Kau memang wanita cantik yang pernah kulihat
Walau kita tak pernah kenal
Rihan Musadik
Yogyakarta, 30 Oktober 2011
Sabtu, 29 Oktober 2011
Selasa, 25 Oktober 2011
Syair Kekesalan
Di masjid UIN aku menunggu
yang kutekadkan dari kostku untuk mengaji sirah nabi
Dan aku berangkat sangat awal hingga menunggu beberapa menit
dan sang guru sudah datang, namun sayang tak ada murid yang berangkat, hingga menunggu dan akhirnya pengajian ditiadakan
Oh Ya Allah, apakah harus seperti ini
kosong dan sepi, hendak mengaji sirah nabi kekasih-Mu dan teladan para pemuda
Ya Allah, apakah akan sepi terus minggu berikutnya atau hanya sementara waktu
Dan aku berharap kajian ini hanya sepi hari ini dan minggu berikutnya akan ramai dan lancar sebagaimana mestinya
Oh Ya Allah, hamba ini senang dalam menuntut ilmu agama dan ingin lebih tahu kisah kehidupan baginda Nabi Muhammad
Rihan Musadik
Selasa, 18 Oktober 2011
Masjid UIN Sunan Kalijaga
yang kutekadkan dari kostku untuk mengaji sirah nabi
Dan aku berangkat sangat awal hingga menunggu beberapa menit
dan sang guru sudah datang, namun sayang tak ada murid yang berangkat, hingga menunggu dan akhirnya pengajian ditiadakan
Oh Ya Allah, apakah harus seperti ini
kosong dan sepi, hendak mengaji sirah nabi kekasih-Mu dan teladan para pemuda
Ya Allah, apakah akan sepi terus minggu berikutnya atau hanya sementara waktu
Dan aku berharap kajian ini hanya sepi hari ini dan minggu berikutnya akan ramai dan lancar sebagaimana mestinya
Oh Ya Allah, hamba ini senang dalam menuntut ilmu agama dan ingin lebih tahu kisah kehidupan baginda Nabi Muhammad
Rihan Musadik
Selasa, 18 Oktober 2011
Masjid UIN Sunan Kalijaga
Mari kita pelajari agama kita....
Saya termasuk yang senang membaca buku, apapun saya baca asalkan hal itu menarik dan menambah pengetahuan, terlebih lagi jika bacaan tersebut menginspirasi, memotivasi, dan menyadarkan diri kita tentang hidup ini. Mulai dari agama, filsafat, psikologi, sosiologi, olahraga, seni bahkan hingga ke ranah ekonomi dan hukum pun pernah saya baca, tetapi dari semua itu, saya paling gemar membaca buku atau berbagai tulisan yang berkaitan dengan agama. Mungkin karena didikan dari orang tua yang menanamkan ajaran agama sejak kecil, disamping orang tua juga gemar membaca buku-buku agama. Dan saya sangat mensyukuri hal tersebut, karena pada kenyataannya banyak anak-anak muda yang kurang tertarik – kalau enggan berkata tidak tertarik – pada bidang agama. Padahal ilmu-ilmu agama lebih penting, bahkan teramat penting dibanding dengan ilmu-ilmu yang lain. Karena hanya dengan agamalah orang menjadi tenang, damai, bahagia, hidup mulia, dan tentunya akan menjadi bekal kita di akhirat kelak dengan amal-amal kebaikan yang kita lakukan.
Akhirnya saya menghimbau kepada para kawula muda atau orang-orang yang jarang bersentuhan dengan agama. Mari kita pelajari agama kita, kita kaji, kita pahami, kita hayati dan kita amalkan. Ada ratusan guru agama yang menunggu kita hadir, ada ribuan buku agama yang menunggu kita baca dan ada jutaan amal kebaikan yang menunggu kita laksanakan.
Minggu, 09 Oktober 2011
Euforia Wacana
Terpaut aku di dalam euforia wacana
yang terlanjur lekat dalam ilmuku
Kutuliskan setiap yang keluar dari pikiran
Sebuah wacana per kata yang kadang tak bermakna
Hanya melintas bagaikan guntur setelah hujan reda
Dan tetap kuakui ada beribu wacana
yang tentunya bermanfaat pada diriku
Menambah khazanah bagi ilmuku
Yang semoga bukan hanya dalam tataran teoritis
tapi mampu kuaplikasikan dalam tataran praksis
Rihan Musadik
Yogyakarta, 2 Oktober 2011
yang terlanjur lekat dalam ilmuku
Kutuliskan setiap yang keluar dari pikiran
Sebuah wacana per kata yang kadang tak bermakna
Hanya melintas bagaikan guntur setelah hujan reda
Dan tetap kuakui ada beribu wacana
yang tentunya bermanfaat pada diriku
Menambah khazanah bagi ilmuku
Yang semoga bukan hanya dalam tataran teoritis
tapi mampu kuaplikasikan dalam tataran praksis
Rihan Musadik
Yogyakarta, 2 Oktober 2011
Sabtu, 03 September 2011
Hisab Wujudul Hilal dan Menyikapi Perbedaan
Oleh: Rihan Musadik
Sebenarnya yang menjadi perbedaan antara Muhammadiyah dengan kebanyakan ormas-ormas Islam dalam menentukan 1 Syawal 1432 H di Indonesia adalah bahwa kebanyakan ormas-ormas Islam--selain Muhammadiyah--mematuhi hadits Nabi yang memerintahkan untuk berpuasa kalau melihat hilal, walaupun mereka juga tahu bahwa kriteria masuknya bulan baru sudah terpenuhi secara hisab/astronomis, yaitu pada saat maghrib posisi bulan sudah di atas ufuk, tetapi karena terhalang, artinya hilal secara astronomis belum dapat dirukyat, maka kebanyakan ormas Islam itu menaati hadits-hadits shahih yang banyak diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim untuk menyempurnakan 30 hari (istikmal).
Hal ini berbeda dengan Muhammadiyah yang memakai kriteria hisab wujudul hilal (hilal telah ada), yakni asal bulan sudah di atas ufuk, maka sudah memenuhi kriteria memasuki bulan baru dan tidak perlu dilakukan rukyatul hilal, sehingga otomatis akan mengabaikan kriteria hisab imkanur rukyat (visibilitas hilal dengan menghitung kemungkinan hilal dapat diamati). Berikut hadits yang berkenaan dengan penetapan bulan berdasarkan rukyatul hilal:
Sabtu, 27 Agustus 2011
Nasihat Nabi
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, “Agama Islam itu mudah. Tiada seseorang yang memberat-beratkan diri dalam beribadah kepada Allah ta'ala, melainkan ia akan dikalahkannya. Kerjakanlah dengan benar dan kerjakanlah yang mendekati kesempurnaan, serta bergembiralah dengan pahala” (HR. Bukhari).
Dari Abu Musa al-Asy’ari, Rasulullah bersabda, "Sebagian dari mengagungkan asma Allah ta'ala, yakni menghormati orang muslim yang sudah beruban, penghafal Al-Qur’an yang tidak berlebihan dan tidak pula gersang, serta menghormati penguasa yang adil" (HR. Abu Daud).
Dari Abdullah bin Abbas, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, "Bukan dari golongan kami, orang yang tidak mengasihi yang lebih muda, tidak menghormati yang lebih tua, serta tidak memerintahkan yang ma'ruf dan tidak mencegah yang munkar" (HR. Tirmidzi).
Jumat, 26 Agustus 2011
Kiat Menuntut Ilmu yang Berkah
Baginda Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, “Setiap sesuatu ada jalannya, dan jalan menuju surga adalah ilmu”. Kalau ilmu diibaratkan jalan menuju surga, maka kondisi ilmu sebagai jalan juga bermacam-macam. Ada ilmu yang bisa menjadi jalan yang baik, cepat, dan bebas hambatan atau jalan tol, ada juga ilmu yang justru menjadi jalan terjal dan rusak. Ini adalah jalan yang membahayakan.
Ilmu yang bisa menjadi jalan yang baik adalah ilmu yang bermanfaat dan berkah. Ilmu semacam inilah yang akan membuahkan kebajikan dan kebahagiaan bagi pemiliknya secara khusus, dan bagi umat secara umum baik di dunia maupun di akhirat. Dengan keberadaan ilmu semacam ini, kehidupan menjadi indah dan menyenangkan laksana surga. Ilmu yang akan bermanfaat dan membawa berkah adalah ilmu yang diperoleh dengan etika dan cara-cara yang benar. Sebaliknya, ilmu yang tidak disertai dengan etika hanya akan menjadi bencana.
Lalu, bagaimana etika dalam mencari ilmu? Apa saja etika yang harus dipegang teguh oleh para pencari ilmu? Dan bagaimana kita mencari ilmu agar berrmanfaat dan membawa berkah?
Langganan:
Postingan (Atom)
