Hari Senin, 8 Juli 2013, masih tentang KKN UNY di dusun Graulan, tidak banyak kegiatan yang saya lakukan, tapi cukup memusingkan untuk mengerjakan garis shaf shalat masjid Nurul Huda. Sebenarnya hal itu keinginan dari pihak takmir masjid tersebut untuk memperbaiki shaf, yang kemiringannya hanya selisih sedikit saja beberapa derajat. Dengan niat amal ibadah, akhirnya kami kerjakan juga dengan dua orang teman saya (dengan setengah hati, karena memang kami kurang mantap dalam mengerjakannya). Itu disebabkan karena garis shaf yang lama masih bisa digunakan, bedanya cuma sedikit dengan kemiringan garis shaf yang diperbaharui Depag. Padahal masalah kemiringan arah kiblat tidak perlu menjadi masalah, karena ada banyak dalil shahih yang mengatakan tidak perlu dan tidak harus tepat sekali dengan arah kiblat. Seperti yang saya kutip dari www.mediasalaf.com:
Selasa, 09 Juli 2013
Jumat, 05 Juli 2013
Sabtu Pagi - KKN UNY - Kebersamaan
Rabu, 26 Juni 2013
Landing Philosophy
Setelah
terbang melayang-layang di ketinggian abstraksi yang begitu rumit
dengan ketinggian bahasa yang sebenarnya hanya signifier belaka;
melewati garis demarkasi, lalu menuju ke kedalaman metafisika, hingga passing over, dan mencoba alam pikir kebebasan. Sudah saatnya untuk
turun perlahan dari wacana teoritis murni, lalu teori praktis, hingga
benar-benar mencebur ke dalam ranah praksis yang mudah
dipahami, beradaptasi dengan habitat setempat dengan segala adat istiadat dan
kompleksitas kebudayaan yang ada. Dan akhirnya, Ludwig Wittgenstein
menghubungiku untuk segera menggunakan pisau analisisnya yang saya kira
cukup praktis, ia bilang, "Filsafat Bahasa". Kabar baiknya, saya siap
menggunakan tanpa rasa malu sedikitpun, dan bukan berarti kehilangan
intelektualitas yang ternyata hanyalah dorongan eksistensi saja, karena
ini menyangkut sesuatu yang "tinggi": kebijksanaan.
Status FB
Status FB
Kehampaan
Dari
sudut pandang kita, serba salah. Apakah kekosongan itu pertanda
ketinggian. "Kosong adalah isi, isi adalah kosong". Sebuah kebingungan
yang bercampur dengan kegelisahan, prasangka pribadi yang amat relatif
dan belum tentu benar, meski bisa ditebak kelanjutannya, apakah sebuah madness yang jenius? Atau hanya sebuah dorongan eksistensial karena
segelintir orang. Dan status ini berkaitan dengan itu. Lagi-lagi Derrida
berbisik, "Dekonstruksi!", dan Foucault merenung, Madness and Civilization, ajaran Tao berkata, "Mereka yang mengetahui tidak akan
bicara, sedangkan mereka yang bicara itu sebenarnya tidak mengetahui",
dan aku berpikir, "Kebingungan dan Misteri".
Status FB
Status FB
Kamis, 13 Juni 2013
Cahaya dalam Gelap
Di lorong gelap
Begitu panjang
Bagai tak berkesudahan
Aku mencari-cari secercah cahaya
Meski hanya kerdip lilin
yang suatu saat akan mati
Tak kutemukan
Begitu gelap
Aku gelisah
Aku takut
Aku gugup
Apa yang harus kuperbuat
Berharap pada siapa
Kusandarkan semua pada siapa
Pada Tuhan?
Yang setiap hari kusembah
Kusebut nama-Nya
lalu aku menunggu keajaiban
yang didatangkan pada orang-orang suci
ribuan tahun lampau?
Apa masih ada oh Tuhan…
Di zamanku yang penuh kegilaan ini
Seolah dosa-dosa
Hanyalah kumpulan hal biasa
Atau mereka tak tahu
Mana dosa mana mulia
Wahai sang pemilik cahaya
Beri aku setitik cahaya-Mu
Meski aku hidup di negeri gila
Penuh dosa
Rihan Musadik
Samirono, 12 Juni 2013
Begitu panjang
Bagai tak berkesudahan
Aku mencari-cari secercah cahaya
Meski hanya kerdip lilin
yang suatu saat akan mati
Tak kutemukan
Begitu gelap
Aku gelisah
Aku takut
Aku gugup
Apa yang harus kuperbuat
Berharap pada siapa
Kusandarkan semua pada siapa
Pada Tuhan?
Yang setiap hari kusembah
Kusebut nama-Nya
lalu aku menunggu keajaiban
yang didatangkan pada orang-orang suci
ribuan tahun lampau?
Apa masih ada oh Tuhan…
Di zamanku yang penuh kegilaan ini
Seolah dosa-dosa
Hanyalah kumpulan hal biasa
Atau mereka tak tahu
Mana dosa mana mulia
Wahai sang pemilik cahaya
Beri aku setitik cahaya-Mu
Meski aku hidup di negeri gila
Penuh dosa
Rihan Musadik
Samirono, 12 Juni 2013
Ucapan Someone: Virus atau Zat Gizi?
Beberapa
ucapan dari orang-orang di sekitar kita, terkadang justru merusak
tatanan kehidupan kita yang sudah tertata rapi, bagaikan virus komputer
yang merusak sebuah sistem, juga seperti virus yang melemahkan diri
kita. Kendati demikian, kita juga harus mengakui bahwa sebuah ucapan
juga bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi kehidupan kita, bagaikan
zat gizi yang amat diperlukan oleh tubuh yang berfungsi untuk membangun
dan mengatur jaringan tubuh. Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati
dengan virus-virus yang merusak, yang terkadang datang dari orang-orang
di sekitar kita, dan harus pandai-pandai mengonsumsi zat gizi yang
penting bagi diri kita.
Status FB
Status FB
Rabu, 01 Mei 2013
Malam yang Terusik
Tak sadarkah mereka
aku yang terbaring
bagai seorang pesakitan
disuguhi bunyi-bunyian sumbang
menghancurkan pikiran dan jiwa
yang baru saja kutata rapi
Aku tutup hariku dengan pintu damai
laksana emas dan perak yang memantulkan cahaya
yang terbit dari matahari nurani
sementara kau rusak pintuku
dengan mantra-mantra yang memekakan telinga
manghancurkan kedamaian
atau bahkan merusak tatanan kehidupan
bukan hanya tatanan sosial
tapi juga tatanan individu
yang ingin kebebasannya
tidak terusik oleh kebebasanmu
Rihan Musadik
Yogyakarta, 1 Mei 2013
Kamar kost, pukul 23.00 WIB
aku yang terbaring
bagai seorang pesakitan
disuguhi bunyi-bunyian sumbang
menghancurkan pikiran dan jiwa
yang baru saja kutata rapi
Aku tutup hariku dengan pintu damai
laksana emas dan perak yang memantulkan cahaya
yang terbit dari matahari nurani
sementara kau rusak pintuku
dengan mantra-mantra yang memekakan telinga
manghancurkan kedamaian
atau bahkan merusak tatanan kehidupan
bukan hanya tatanan sosial
tapi juga tatanan individu
yang ingin kebebasannya
tidak terusik oleh kebebasanmu
Rihan Musadik
Yogyakarta, 1 Mei 2013
Kamar kost, pukul 23.00 WIB
Langganan:
Postingan (Atom)