Selasa, 03 Februari 2015

Alamat Berkedut, Bagaimana Sikap Kita?

Oleh: Rihan Musadik

Seorang ibu pernah bercerita kepada saya, sebelum ia mengalami suatu kesedihan yang sangat—bahkan kesedihan yang belum pernah ia alami selama hidupnya—beberapa hari sebelumnya ia merasakan kedutan di kelopak mata bagian bawah. Kalau kita lihat buku-buku primbon, tentu akan kita temui bab yang membahas alamat berkedut. Dikatakan apabila berkedut di kelopak mata bagian bawah, baik mata kanan maupun mata kiri, maka alamat atau pertanda akan mengalami suatu kesedihan.

Persis seperti yang dialami ibu itu, beberapa hari sebelum mendapat musibah yang membuatnya amat bersedih, ia merasakan kedutan di kelopak mata bagian bawah. Ibu itu tidak mengetahui sebelumnya bahwa kedutan di kelopak mata bagian bawah mitosnya akan mengalami kesedihan. Ia hanya sekedar bercerita saja tanpa mempercayai lebih jauh mitos tersebut. Namun yang jelas, ibu itu meyakini sepenuhnya bahwa semua kejadian yang menimpanya atas kehendak Allah Yang Maha Kuasa.

Kalau dipikir-pikir, cerita dari ibu itu seolah-olah mengandung tanda tanya, baik bagi saya sendiri maupun si ibu. Apakah benar ada hubungan antara kedutan di bagian tubuh tertentu dengan suatu kejadian? Secara logika dan akal sehat, tentu sangat tidak masuk akal mengaitkan kedutan di bagian tubuh tertentu dengan suatu kejadian. Darimana dapat menyimpulkan apabila kedutan di kelopak mata bagian bawah pertanda akan mengalami kesedihan? Sangat tidak logis apabila mengaitkan sebuah kejadian dengan kedutan di bagian tubuh.

Lagi pula, kedutan di bagian tubuh seseorang bisa dijelaskan secara ilmiah. Misalnya dalam ilmu kedokteran, dijelaskan bahwa kedutan terjadi karena ada saraf terentu yang mengalami kelelahan atau ada hubungan antara sistem saraf motorik dan bla bla bla (penjelasannya sangat rinci). Boleh jadi, mitos-mitos yang mengaitkan kedutan dengan sebuah kejadian tertentu hanyalah sebuah prasangka saja yang belum tentu benar. Dengan perkataan lain, alamat berkedut hanya sebuah kebetulan-kebetulan belaka yang sangat irasional.

Mungkin bahasa yang tepat untuk menggambarkan alamat berkedut adalah otak-atik gathuk (bahasa Jawa). Artinya, dihubungkan-hubungkan begitu saja (otak-atik) dan yang penting cocok (gathuk). Namanya saja otak-atik gathuk, sudah barang tentu kesimpulan yang diambil cuma kebetulan saja, tidak ada hubungan logis yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Seperti halnya seseorang yang mengatakan, “Gara-gara kamu mandi, jadi hujan”. Atau seseorang yang menganggap foto bertiga yang di tengah akan mati dulu; kejatuhan cicak akan mendapat sial; kupu-kupu masuk ke rumah akan kedatangan tamu. Apa hubungannya?

Patut digarisbawahi bahwa menganggap sial alias menyangka akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, sama saja dengan berprasangka buruk kepada Allah Sing Gawe Urip. Berprasangka buruk kepada sesama manusia saja merupakan sebuah dosa, apalagi berprasangka buruk kepada Allah Sang Pencipta. Ingatlah bahwa Allah Yang Maha Mengatur dan Maha Menentukan segala sesuatu. “Ketahuilah, seandainya seluruh manusia berkumpul untuk membuatmu celaka, maka mereka tidak akan sanggup, kecuali yang telah Allah tetapkan bagimu,” ujar Sang Nabi, “Dan seandainya seluruh manusia berkumpul untuk memberimu manfaat, maka mereka tidak akan sanggup, melainkan yang telah Allah takdirkan bagimu”. Demikian wejangan Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam.

Dalam hadits qudsi, Allah mengatakan, “Sesungguhnya Aku akan menuruti persangkaan hamba kepada-Ku”. Maknanya, jika kita menganggap sial sesuatu atau menyangka akan terjadi suatu keburukan, maka boleh jadi anggapan kita itu akan Allah kabulkan. Sesungguhnya Allah ta'ala mengetahui segala macam isi hati manusia. Oleh karena itu, ketika melihat atau merasakan sesuatu yang kita sangka akan mendatangkan suatu keburukan, maka segera jauhi prasangka-prasangka buruk itu, segeralah berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari keburukan, yakinlah hanya Allah yang menentukan dan mengatur segala sesuatu, dan gantilah prasangka buruk kita dengan prasangka baik kepada Allah. Semoga Allah kabulkan prasangka baik kita kepada Allah.

Jadi, kalau kitab primbon atau orang-orang menganggap kedutan di kelopak mata bagian bawah tandanya akan mendapatkan kesedihan. Katakan saja kesimpulan tersebut salah, tidak logis, tidak masuk akal, tidak ilmiah, dan tidak ada hubungannya sekali. Bahkan bisa terjebak pada prasangka buruk kepada Allah ta'ala yang—boleh jadi—justru akan mendatangkan dosa, dan dikhawatirkan Allah kabulkan prasangka buruk tersebut. Maka, berprasangka baiklah kepada Allah, anggap saja kedutan di kelopak mata bagian bawah tandanya akan mendapat kesenangan dan keberuntungan. Mudah-mudahan prasangka baik yang kita munculkan akan segera Allah kabulkan dan benar-benar menjadi nyata.

3 komentar:

  1. cara mengatasi biar tidak kedutan bagaimanaya?trimakasihh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari sononya itu mas... hampir semua orang juga pernah kedutan. Tawakal sepenuh hati, serahkan semuanya pada Allah.

      Hapus
  2. Tp memang,bukanya kita percaya,tp setiap kedutan mata kiri bawah pasti dlm wktu dkat akan mngalami kesedihan,bgitu juga minggu ini,bgitu cpat kedutan dimata kiri bawah,aku udah ga brani kmna2 tkut ada msalah,tp tetap saja sorenya,aku brsangkutan dg jalur hukum,gara2 msalah spele,,sedih bnget

    BalasHapus