Senin, 23 Desember 2013

Pengajian dan Sosialisasi DMI

Logo DMI (Dewan Masjid Indonesia)
Alhamdulillah saya mengawali hari ini dengan shalat shubuh berjama'ah, dan menjalani hari Senin ini (23/12/2013) dengan hati yang ceria. Pada sore harinya saya berangkat ke masjid Manhajul Hidayah Samirono untuk melaksanakan shalat jama'ah di situ, karena sekalian ngaji hadits dengan Habib Sayyidi bin Abdurrahman Baraqbah. Sepulang dari masjid Manhajul Hidayah, di halaman depan kostku sudah ada beberapa orang di tratag untuk pengajian yang sudah disiapkan sejak siang tadi. Kebetulan kostku satu halaman dengan mushola Ar-Rahmat, dan malam itu sedang diadakan acara pengajian sekaligus sosialisasi DMI (Dewan Masjid Indonesia) Kecamatan Gondokusuman. Saya memilih mendengarkan pengajian dari kamar kost saja, dan puji Tuhan saya disuguhi snack oleh Pak Midun salah satu jama'ah mushola Ar-Rahmat yang juga sedang menjadi panitia acara tersebut.

Acara dibuka oleh Bapak Sukiman salah satu jama'ah sekaligus pengurus takmir mushola Ar-Rahmat yang sudah lama saya tahu. Kemudian turut hadir dalam acara tersebut, Ketua DMI Kecamatan Gondokusuman, Ketua DMI Kelurahan Klitren, dan tokoh ulama Samirono KH. Drs. Muhammad Nawawi, M.Si. Acara dihadiri oleh jama'ah mushola Ar-Rahmat dan juga warga Samirono, khususnya Kelurahan Klitren, Dusun Kepuh. Sambil menunggu sambutan-sambutan, saya yang berada di kamar kost sembari menikmati kopi panas dan snack. Sebelumnya telah dilantunkan bacaan Al-Qur’an oleh salah seorang qari’ yang bacaannya sungguh indah.

Minggu, 22 Desember 2013

Jurnal Rasa Syukur - Periode Agustus 2013

Kamis, 1 Agustus 2013 
  1. Aku bersyukur bisa berjalan dengan sehat dan bahagia menuju sahur
  2. Aku bersyukur bisa beribadah dengan baik dan khusyu'
  3. Aku bersyukur bisa nonton film
  4. Aku bersyukur bisa tersenyum bahagia
  5. Aku bersyukur bisa tertidur nyenyak
  6. Aku bersyukur bisa mendirikan shalat dhuha
  7. Aku bersyukur bisa mendirikan shalat lima waktu
  8. Aku bersyukur bisa mendirikan shalat tahajjud
  9. Aku bersyukur bisa mendirikan shalat rawatib, shalat tarawih, shalat witir
  10. Aku bersyukur bisa berdzikir, berdoa, dan membaca Al-Qur’an
  11. Aku bersyukur bisa mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an
  12. Aku bersyukur bisa mendendangkan lagu
  13. Aku bersyukur rem depan bisa diperbaiki di bengkel
  14. Aku bersyukur bisa mengayuh kompos dengan baik dan menikmatinya
  15. Aku bersyukur bisa melihatmu dan tersenyum bersamamu
  16. Aku bersyukur bisa bermain PES
  17. Aku bersyukur bisa segera menyadari kesalahanku dan mengevaluasi diri
  18. Aku bersyukur bisa buka bersama dengan teman-teman PKO-B
  19. Aku bersyukur bisa tadarus Al-Qur’an
  20. Aku bersyukur bisa menikmati banyak rezeki dan makanan
  21. Aku bersyukur bisa menikmati hidup
  22. Aku bersyukur bisa menerima segala sesuatu dengan ikhlas
  23. Aku bersyukur bisa menerima ketentuan Allah
  24. Aku bersyukur bisa menyadari kelemahan dan kelebihan diri
  25. Aku bersyukur bisa mensyukuri apa yang ada, apa yang aku alami
  26. Aku bersyukur masih diberi kekuatan iman, Islam, dan istiqomah
  27. Aku bersyukur masih diberikan kesehatan untuk melakukan aktivitas
  28. Aku bersyukur bisa mendengarkan ceramah di masjid dan ceramah KH. Anwar Zahid
  29. Aku bersyukur bisa mempersiapkan materi kultum dengan baik
  30. Aku bersyukur bisa menuliskan rasa syukurku kepada-Mu Ya Allah…
  31. Aku bersyukur bisa melihat-lihat foto
  32. Aku bersyukur bisa menerima diri apa adanya

Sabtu, 21 Desember 2013

Jurnal Rasa Syukur - Periode Juli 2013

Selasa (30 Juli 2013) dan Rabu (31 Juli 2013)
  1. Hari Selasa aku bersyukur, masih diberi keselamatan dalam perjalanan menuju Graulan, meski rem depan sempat putus, dan hampir menabrak motor.
  2. Aku bersyukur masih diberi hidup
  3. Aku bersyukur diberi kesehatan
  4. Aku bersyukur bisa tersenyum bahagia
  5. Aku bersyukur diberi kenikmatan dalam beribadah
  6. Aku bersyukur bisa berbicara, melihat, merasa, dan mendengar
  7. Aku bersyukur bisa berjalan tegap
  8. Aku bersyukur diberi kesehatan tubuh yang sempurna
  9. Aku bersyukur bisa menikmati indahnya musik
  10. Aku bersyukur bisa mendengar lantunan ayat-ayat Al-Qur’an
  11. Aku bersyukur diberi rezeki melimpah
  12. Aku bersyukur bisa mendapat lokasi KKN di Graulan
  13. Aku bersyukur hidup bahagia di rumah Bu Rohyanti, dan posko KKN dekat masjid
  14. Aku bersyukur diberi tubuh yang lengkap dan sempurna
  15. Aku bersyukur bisa kuliah di UNY dengan lancar
  16. Aku bersyukur diberi kecerdasan dan kepintaran
  17. Aku bersyukur bisa beriman, berislam, dan istiqomah
  18. Aku bersyukur bisa menulis jurnal rasa syukur
  19. Aku bersyukur bisa mensyukuri nikmat-Mu
  20. Aku bersyukur bisa membawa sepeda motor
  21. Aku bersyukur bisa berpikir positif
  22. Aku bersyukur bisa berpersaan postif
  23. Aku bersyukur bisa sabar, ikhlas, dan bersikap baik
  24. Aku bersukur bisa mengayuh gilingan kompos dengan kuat
  25. Aku bersyukur bisa merasakan panas dan dingin
  26. Aku bersyukur bisa menikmati nonton film
  27. Aku bersyukur bisa menuliskan sesuatu
  28. Aku bersyukur punya laptop bagus
  29. Aku bersyukur punya keluarga yang bahagia
  30. Aku bersyukur masih diperhatikan orang

By Rihan Musadik

Kamis, 12 Desember 2013

Badan-Badan Tinju Dunia / Organisasi-Organisasi Tinju Dunia

Oleh: Rihan Musadik

Organisasi-organisasi tinju profesional tingkat dunia atau sering disebut badan tinju dunia, asosiasi, ataupun federasi tinju dunia, sangat banyak versinya. Masing-masing badan tinju dunia tersebut mengeluarkan gelar juara menurut versinya dengan aturan serta klasifikasi berat badan yang berbeda-beda. Kendati untuk rules dan klasifikasi kelas (berat badan) sebenarnya hampir sama dengan badan tinju yang lain, perbedaannya hanya terletak pada nama kelas. Sedangkan untuk organisasi tinju amatir tingkat dunia, induk organisasinya yaitu AIBA (Amateur International Boxing Association).

Dari hasil browsing di dunia maya, saya mendapatkan ada 22 Badan Tinju Dunia, tetapi seperti yang kita tahu—khususnya para pengamat tinju—badan tinju dunia yang paling populer dan boleh dikatakan berkelas serta cukup lama aktif di kancah tinju profesional dunia hanya ada empat, yaitu: WBA, WBO, WBC, dan IBF. Selebihnya adalah badan tinju dunia yang tergolong baru lahir belakangan, ataupun sudah lama tetapi kurang dikenal oleh masyarakat penggemar tinju dunia.

Bahkan penulis mengira, badan-badan tinju dunia yang tidak familiar itu sudah collapse, karena di official website-nya tersebut banyak sekali yang vacant title (kekosongan gelar), atau malah jangan-jangan itu hanya sekedar website professional boxing saja yang sengaja nampang, tapi rasa-rasanya juga tidak mungkin kalau website professional boxing yang akan penulis sajikan hanya sekedar nampang di dunia maya.

Senin, 04 November 2013

Saat Ini

Termangu aku menatapmu
angin-angin ketidakpastian
sementara kau lupa angin hari ini
yang berhembus menggerayangi tubuh kecil ini

kau tatap masa lalu
itulah angin kepastian
sepasti hari ini, saat ini, detik ini

angin-angin ketidakpastian di depan
membuatmu tidak pasti dan lupa
untuk hidup saat ini

aku menatap tiga dimensi waktu
hanya hari ini aku hidup
dengan kesadaran sepenuhnya
bukan lampau atau esok

tapi ini, disini, sekarang
buat yang terbaik dan jangan kau tunda


Rihan Musadik
Yogya, 2 November 2013

Kamis, 10 Oktober 2013

Komunikasi Konseling dalam Olahraga

Oleh: Rihan Musadik

Dari artikel tersebut di atas, dijelaskan tentang konsep, pengertian, dan tujuan dari komunkasi konseling secara singkat. Apabila dikaitkan dengan bidang keolahragaan, khususnya dalam dunia kepelatihan, komunikasi konseling dirasa sangat perlu untuk terus dibangun dan dikembangkan yang tujuannya tidak lain adalah membantu, melayani, dan mengatasi permasalahan yang dihadapi atlet. Dalam hal ini, atlet disebut dengan konseli, yaitu pihak yang berkonsultasi, pihak yang mengutarakan keluhan-keluhan dan permasalahan yang sedang dihadapi. Sedangkan pelatih berperan sebagai konselor, yaitu pihak yang memberikan arahan, bimbingan kepada atlet untuk mengatasi problem yang dihadapinya.

Pada artikel “Pengertian, Tujuan, dan Macam Teknik Dasar Komunikasi Konseling” yang diposkan oleh Naning R. Purwaningrum di mentilnyaentung.blogspot.com disebutkan bahwa konsep dasar komunikasi konseling adalah pemberian respon-respon yang fasilitatif oleh konselor kepada konseli. Namun demikian, tidak dijelaskan secara rinci apa itu respon fasilitatif. Akan tetapi, bisa dipahami bahwa yang dimaksud dengan respon fasilitatif adalah pemberian tanggapan, perhatian, ataupun umpan balik positif dari konselor, berupa layanan yang solutif, sekaligus memberikan fasilitas kepada konseli, agar tujuan utama dari komunikasi konseling ini tercapai, yaitu mengatasi permasalahan yang dihadapi konseli.

Selasa, 08 Oktober 2013

Menyikapi Fenomena Vickynisasi

Oleh: Rihan Musadik 

Wabah Vickynisasi Mulai Merebak
Beberapa waktu yang lalu, masyarakat dibuat heboh oleh kemunculan Vicky Prasetyo ‘sang intelek abal-abal’ dengan gaya bicaranya yang sangat tidak lazim. Pria yang memilki nama asli Hendriyanto ini menjadi terkenal lewat berita-berita infotainment di televisi setelah kegagalan hubungan cintanya dengan pedangdut Zaskia Gothik, karena dianggap telah melakukan banyak kebohongan dan penipuan. Dan menjadi heboh lagi tatkala video berdurasi singkat muncul di situs youtube, yaitu pada saat diwawancarai sewaktu acara tunangannya yang cukup mewah dengan Zaskia Gothik.

Video ini baru muncul ketika banyak diketahui—lewat infotainment—alias terbongkar kedok Vicky yang dikatakan sering melakukan kebohongan, kamuflase, atau hipokrit. Karena ada beberapa wanita yang mengaku pernah menjadi korban kebohongannya Vicky, begitu pula ada beberapa teman SMA Vicky dan juga orang-orang yang mengetahui Vicky, banyak yang membeberkan sisi negatifnya.
 
Nah, ditambah lagi dengan gaya bicaranya yang asal-asalan dan tidak sesuai pada tempatnya ini, terekam dalam beberapa video. Contohnya saja, Vicky banyak menggabungkan kata-kata yang konteksnya berbeda alias tidak relevan dan tidak lazim, lalu disambungkan dengan kata-kata yang lain. Begitu pula bahasa Inggrisnya yang sangat ngawur alias tidak terpola. Mungkin ia ingin menunjukkan eksistensi dirinya sebagai seorang intelek, tapi kenyataannya sangat jauh panggang daripada api. Malang tak dapat ditolak, ia justru tercoreng nama baiknya karena tindakan buruknya selama ini dan gaya bahasanya yang aneh. Ia malah justru dianggap “intelek abal-abal”, bahkan ada yang mengatakan logikanya sudah parah.
 

Senin, 30 September 2013

Analisis Sepakbola Indonesia

Logo PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia)
Beberapa hari yang lalu, masyarakat Indonesia, khususnya para pecinta sepakbola tanah air patut berbangga, pasalnya Timnas Indonesia U-19 berhasil merebut gelar juara pada ajang Piala AFF U-19 setelah pada partai final sukses menaklukan Vietnam dengan drama adu penalti yang sangat dramatis dan menegangkan. Skor kacamata menjadi hasil babak pertama hingga babak kedua, bahkan skor tetap tidak berubah setelah wasit memberikan extra time ‘babak tambahan waktu’, sehingga akhirnya diadakan penalti untuk menentukan siapa yang berhak menyandang predikat Juara 1 Piala AFF U-19.

Dan masyarakat Indonesia pun bersorak bangga, lebih-lebih para suporter dan pemain yang berada di Stadion Delta Sidoarjo lebih bersemarak lagi. Euforia kemenangan, selebrasi, dan atmosfer kebanggaan sangat terasa sekali. Ketegangan yang bercampur kecemasan sirna sudah setelah Timnas Indonesia lewat eksekutor terakhir berhasil membobol gawang Vietnam, dan membawa Indonesia menjadi Juara 1 Piala AFF U-19 tahun 2013 ini.

Minggu, 29 September 2013

Hari Pertama PPL, Ya Begitulah...

Pamflet Setiyaki (2012)
Pada hari Sabtu (28/9/2013) untuk pertama kalinya dalam hidup (wow...dramatis banget) saya membantu melatih dojang Setiyaki di hall beladiri UNY, padahal saya sudah enam semester kuliah di UNY ngambil program studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) konsentrasi cabang olahraga taekwondo, tapi baru kali ini sekonyong-konyong (tanpa koder) saya berangkat ke dojang tersebut untuk ikut melatih (kalau nonton sambil duduk sih pernah). Ini pun boleh dibilang sedikit terpaksa, karena ada mata kuliah Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang mengharuskan saya berangkat. Mungkin (dugaan saya), teman-teman yang biasa nglatih Setiyaki terbersit, “Koq tumben yah bocah iki (maksudnya saya) ujug-ujug berangkat mau nglatih?” Ini sih prasangka saya saja, padahal sepertinya sangat jauh panggang daripada api, kayaknya tanggapan mereka biasa saja (gue kan udah terkenal, ya, terkenal inactive di taekwondo UNY, ya sudahlah).

Pertama kali saya berangkat, dan berniat untuk melatih di dojang Setiyaki, ya biasa-biasa saja, karena saya sudah sering melihat sebelumnya, yang nglatih di situ juga terlihat banal, karena memang saya sudah terkenal (bagi yang kenal). Hanya saja saya masih bingungan, karena memang belum terbiasa. Jadi, saya ikuti saja dengan pelatih di situ yang juga teman saya, intinya saya harus banyak belajar cara melatih anak-anak yang baik, materi latihan seperti apa yang baik, manajemen klub, dan sebagainya, saya merasa perlu untuk memperkayanya. Di dojang ini yang latihan hanyalah anak-anak usia TK, SD hingga SMP, dan sepertinya tidak ada yang SMA. Setahu saya, dojang Setiyaki ini memang didirikan untuk membina taekwondo pada usia-usia dini, kanak-kanak, dan anak-anak saja.

Selasa, 24 September 2013

Filosofi Jabat Tangan

Ada pengalaman unik yang saya alami beberapa waktu yang lalu, dan bisa diambil nilai filosofisnya untuk dijadikan hikmah dan pelajaran bagi kehidupan, yaitu saat saya melakukan “salaman/jabat tangan” selesai shalat berjama'ah lima waktu. Memang ada perbedaan di antara para ulama tentang hukum jabat tangan usai shalat berjama'ah. Ada yang mengatakan sunnah, ada yang bilang mubah, bahkan ada yang menghukumi bid’ah, masing-masing dengan dalil dan argumennya. Saya pun kadang-kadang tidak melakukan jabat tangan usai melaksanakan shalat jama'ah, itu tergantung dimana saya shalat. Kalau di mushola depan kostku, sudah menjadi kebiasaan sehabis shalat pasti saling bersalaman, kecuali yang enggan melakukannya karena pahamnya yang berbeda. Tapi kalau di masjid lain yang terkadang tidak melakukan jabat tangan, maka saya pun tidak melakukannya, kecuali kalau di sebelah saya menyalami, tentu akan saya balas salamnya/jabat tangannya. 

Tapi hukum bersalaman usai shalat berjama'ah tidak ada akan saya bahas di sini, karena itu merupakan pembahasan fiqih yang butuh penjelasan panjang lebar. Kali ini saya akan membahas nilai filosofisnya saja berkaitan dengan pengalaman saya selama ini. Ketika akan melakukan jabat tangan terutama sehabis shalat berjama’ah, adakalanya kita ragu akan berjabatan tangan dengan sebelah kita persis atau sebelahnya lagi yang nomor dua, karena masing-masing menyodorkan tangannya. Jika kita ragu, maka salamannya pun menjadi ragu semuanya, tidak ada ketegasan untuk bersalaman dengan siapa dulu. Maka akhirnya, salamannya pun menjadi tarik-ulur tak mengenakan hati, bahkan adakalanya dua telapak tangan menyalami satu tapak tangan (wah, jadi nggak etis dilihatnya, salamannya pun jadi kurang mantap karena ragu-ragu, dan nggak  jelas). 

Senin, 23 September 2013

Obrolan Ringan Masalah Cinta (Part 6)

Oleh: Rihan Musadik

Setelah membahas proses munculnya cinta antara dua hati, atau yang saya sebut "muqaddimah cinta" di tulisan Obrolan Ringan Masalah Cinta (Part 5), kali ini saya akan membahas beberapa pertanyaan yang saya anggap cukup penting untuk dikaji. Pertanyaannya: Apakah cinta pada seseorang itu hanya soal fisik semata (cantik, imut, tampan, ganteng, kaya, terhormat, dsb.)? Bagaimana cara menjaga hubungan cinta yang tulus dan suci tetap awet? Jawaban untuk pertanyaan ini mungkin sangat subjektif, karena berdasarkan pendapat pribadi saya. Kendati demikian, saya akan berusaha menjawabnya dengan argumen yang logis. Di samping itu, saya juga akan menjawabnya atas dasar pengalaman yang pernah saya alami sendiri (untuk pertanyaan yang pertama), dan pengetahuan yang saya dapat dari berbagai sumber.

Kalau kita perhatikan, banyak di antara pasangan-pasangan suami-istri yang terkadang kita anggap kurang klop, kita anggap tak secocok romeo and juliet. Mungkin kita melihat ada seorang wanita yang cantik jelita, eh ternyata, suaminya tak se-ganteng yang semestinya. Begitu juga sebaliknya, ada seorang pria cakep, tampan, gagah, dan bla bla bla, lha koq istrinya kayak gitu sih, tak se-ideal yang kita harapkan. Lalu kita berpikir, “koq bisa ya, wajah pas-pasan kayak gitu, dapat istri cantik menawan hati”. Bagi yang wanita mungkin berkata dalam hati, “Perasaan nggak cantik-cantik amat deh, tapi jodohnya kaya, tampan, cakep, gagah, dan keren, koq bisa ya”.

Sabtu, 21 September 2013

Obrolan Ringan Masalah Cinta (Part 5)

Oleh: Rihan Musadik

Pada obrolan ringan tentang cinta di bagian yang keempat, ada dua tema besar yang saya bahas, yaitu cinta pada pandangan pertama, dan cinta yang timbul karena seiring berjalannya waktu. Untuk cinta pada pandangan pertama, sedikit banyak telah saya bahas, dan lebih banyak dikaji dari perspektif agama Islam. Sementara untuk cinta yang muncul tidak dengan pandangan pertama, tapi muncul karena suatu proses atau seiring dengan berjalannya waktu, belum saya bahas di bagian yang keempat. Oleh karena itu, pada bagian yang kelima ini akan saya bahas untuk muqaddimah cinta yang kedua ini, dan akan sedikit saya singgung lagi untuk cinta pada pandangan yang pertama.

Berdasarkan pengalaman yang pernah saya alami (waduh, penjelajah cinta ni yee...), dan dari pengetahuan yang saya dapat dari berbagai sumber, cinta pada pandangan pertama itu biasanya lebih karena nafsu semata, lebih karena kekaguman, keterpesonaan, dan juga lebih karena melihat bentuk fisik yang dianggap menarik (cantik, imut, tampan, cakep, dsb). Lalu dari pandangan pertama yang biasanya karena ada unsur ketidaksengajaan ini, dilanjutkan dengan pandangan (kedua, dan seterusnya) yang lebih elaboratif, lebih serius, dan pada akhirnya timbul chemistry yang menyentuh hati, sehingga lahirlah sebuah cinta. Ini argumen saya, yang sangat mungkin banyak pembaca yang tidak sependapat.

Obrolan Ringan Masalah Cinta (Part 4)

Oleh: Rihan Musadik

Pada tulisan saya yang sebelumnya, sudah dibahas beberapa pertanyaan berkaitan dengan permasalahan cinta, seperti kenapa kita bisa mencintai seseorang? Kenapa saya bisa jatuh cinta pada seorang ikhwan/akhwat? Kenapa saya terus-menerus memikirkannya? Kenapa cinta ini membuat saya galau? Apakah cinta ini mendapat ridha Allah? Beberapa pertanyaan ini sedikit banyak sudah dijawab di tulisan Obrolan Ringan Masalah Cinta (Part 3). Pada tulisan kali ini, saya masih akan melanjutkan pembahasan berkaitan dengan cinta. Sebelum melangkah lebih jauh, perlu saya katakan di sini, bahwa obrolan ringan tentang cinta yang saya tuliskan selama ini, sedikit banyak adalah argumen/pendapat saya pribadi dengan raison d’etre yang saya anggap benar. Jadi, kalau misalkan ada di antara pembaca yang tidak setuju dengan argumen-argumen saya tentang cinta, maka itu sah-sah saja, dan sebaiknya tuliskan di komentar agar kita bisa berdiskusi lebih jauh, saling belajar, dan saling mengingatkan.

Pada tulisan saya yang pertama—Obrolan Ringan Masalah Cinta (Part 1)—ada pertanyaan: Proses seperti apa yang membuat cinta lebih membekas di hati? Apakah cinta pada pandangan pertama itu lebih membekas di hati? Ataukah cinta yang timbul seiring dengan berjalannya waktu yang lebih berkesan di hati? Jawabannya tentu akan sangat berbeda dari masing-masing individu, karena sifatnya yang personal berdasarkan pengalaman yang pernah dialaminya. Ada pasangan suami-istri yang hingga kini masih tetap harmonis dan mengawali cintanya lewat pandangan pertama; ada juga pasangan yang telah menikah, hingga kini masih mesra dan mengawali cintanya tidak pada pandangan pertama, akan tetapi lewat benih-benih cinta yang bermunculan seiring dengan berjalannya waktu.

Jumat, 20 September 2013

Obrolan Ringan Masalah Cinta (Part 3)

Oleh: Rihan Musadik

Melanjutkan obrolan ringan dengan tema cinta, mungkin sebagian dari kita pernah bertanya, kenapa saya bisa mencintai seseorang? Kenapa saya bisa mencintai ayah dan ibu? Kenapa saya bisa jatuh cinta pada seorang wanita? Kenapa kita semua bisa saling mencintai? Jawabannya karena Allah mengaruniakan semua makhluknya rasa cinta dan kasih sayang, dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, “Allah itu mempunyai seratus rahmat (cinta), namun Dia menangguhkan sembilan puluh sembilan rahmat-Nya, dan hanya menurunkan satu bagian rahmat (cinta) ke bumi. Dari satu bagian itulah seluruh makhluk saling mencintai dan mengasihi. Dari manusia, jin, tumbuhan, bintang buas, hingga kuda yang rela mengangkat tapak kakinya karena khawatir akan menginjak anaknya”.

Oleh karena itu, wajar saja dan merupakan sunnatullah jika kita sebagai umat manusia saling mencintai dan mengasihi, sebab cinta merupakan salah satu anugerah dan karunia yang Allah berikan kepada makhluk-makhluk-Nya. Bahkan disebabkan karena cinta dan kasih sayang kepada hewan bisa memasukkan seseorang ke dalam surga, begitu juga dikarenakan tidak adanya rasa cinta dan kasih sayang kepada hewan—apalagi sampai menyiksanya—bisa menyebabkan seseorang masuk ke dalam neraka.

Dalam sebuah riwayat dari Nabi shallallahu'alaihi wasallam, dikisahkan bahwa ada seorang pelacur yang tengah kehausan dipadang pasir, lalu ia menemukan sebuah sumur yang cukup dalam, segeralah ia bersusah payah masuk ke dalam sumur tersebut untuk melepas dahaganya, dan menyudahi rasa hausnya. Setelah memanjat dengan susah payah, ia melihat seekor anjing kurus yang kehausan, pelacur tersebut pun merasa kasihan, dalam hatinya ia berkata, “anjing ini telah mengalami apa yang aku alami”. Tanpa pikir panjang, segera ia gunakan kedua sepatunya yang diikatkan dengan kerudungnya untuk mengambil air kedalam sumur itu lagi, setelah bersusah payah mengambil air, dan naik ke atas, diberinya anjing itu minum hingga terlihat bugar kembali, dan bisa melanjutkan hidupnya lagi. Walhasil, kata Nabi, pelacur tersebut mendapat ampunan dari Allah subhanahu wa ta'ala, dan dimasukan ke dalam surga.

Obrolan Ringan Masalah Cinta (Part 2)

Oleh: Rihan Musadik

Kalau pada tulisan sebelumnya saya membahas sedikit mengenai definisi cinta secara umum dan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh cinta. Pada tulisan kali ini, saya masih akan melanjutkan bahasan tentang cinta, sebab masih ada hal yang ingin saya bahas terkait dengan beberapa pertanyaan tentang cinta yang saya ajukan pada tulisan sebelumnya. Tapi sebelumnya saya ingin mengatakan lagi, bahwa saya tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang cinta secara tuntas, detail, dan lengkap. Karena seperti kita ketahui bersama, bahwa membahas cinta itu tidak ada habisnya, banyak tokoh-tokoh besar yang sudah menghasilkan karya yang membahas tentang cinta, baik dari sudut pandang sastra, seni, agama, psikologi, maupun filsafat. Tetapi dari berbagai karya besar mereka, belum ada yang bisa membahas cinta secara tuntas, lengkap, dan detail. Diskursus cinta masih akan terus dideskripsikan, dibicarakan, dibahas, dan dituliskan ila yaumil qiyamah ‘hingga hari akhir’ dari berbagai sudut pandang, karena anugerah Tuhan yang besar ini memang demikian luas dan kompleks, sehingga di setiap generasi akan selalu ada karya-karya besar yang bertemakan cinta.

Ada pertanyaan mudah yang barangkali pernah terlintas di benak kita, darimana asalnya cinta? Jawabannya pun sangat mudah dan sederhana. Tentu saja dari Sang Maha Pencipta, Dialah yang menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini, baik yang profan maupun yang sakral, baik yang abstrak maupun yang konkret, baik yang ghaib maupun yang kasat mata. Nah, cinta ini merupakan salah satu ciptaan Tuhan yang abstrak, dan tidak kasat mata. Cinta hanya bisa dirasakan, tidak bisa dilihat, tetapi cinta juga bisa diamati dari gejala-gejala yang ditimbulkannya, atau ekspresi-ekspresi yang ditunjukkan oleh orang yang mencintai. Walaupun kita tidak sepenuhnya tahu, apakah cintanya benar-benar tulus dan suci, atau hanya kamuflase belaka, sebab letak cinta yang sesungguhnya berada di dalam hati, dan yang bisa merasakan sinyal-sinyal cinta juga hanyalah hati.

Selasa, 17 September 2013

Obrolan Ringan Masalah Cinta (Part 1)

Oleh: Rihan Musadik

Setiap manusia pasti memiliki rasa cinta di dalam hatinya, entah ia manusia sebejat dan sejahat apapun, pasti di dalam hatinya tetap ada rasa cinta, karenanya kebaikan mesti ada dalam diri setiap manusia. Karena cinta itu lebih banyak membawa kebaikan, kedamaian, ketentraman, ketenangan, dan kehangatan. Terkecuali cinta yang hanya didasari oleh hawa nafsu belaka, apalagi setan turut campur tangan di dalamnya, justru akan membawa keburukan tersendiri, bahkan bisa menjerumuskan pada dosa dan kenistaan. Contohnya saja seorang laki-laki dan perempuan (kita asumsikan orang Islam) yang sedang dirundung asmara, mereka pun sering sekali berduaan tanpa ada mahram yang menemaninya, apalagi hingga terjadi kontak fisik, bersentuhan, lalu meningkat menjadi bercumbu, berciuman; ujung-ujungnya karena hawa nafsu sudah menguasai pemuda dan pemudi ini, perbuatan nista pun mereka lakukan, yaitu making love alias zina.

Terkadang pemuda-pemudi para pelaku zina yang tidak sedikit beragama Islam itu, mereka sebenarnya tahu bahwa zina itu dilarang oleh agama Islam (yang saya tahu semua agama itu melarang perbuatan zina), zina itu dosa besar, zina itu melanggar norma di masyarakat, zina itu aib yang memalukan, zina itu hanya kenikmatan sesaat. Akan tetapi mereka tetap melakukannya, karena tidak adanya landasan iman yang kokoh, sehingga mereka tidak bisa mengendalikan hawa nafsu mereka, tidak bisa menolak godaan setan. Apa mungkin para pelaku zina—apalagi beragama Islam—tidak tahu bahwa perbuatannya itu dilarang? Rasanya sangat tidak mungkin di era informasi ini ada orang Islam yang tidak tahu kalau perbuatan zina itu dosa besar, mereka pasti tahu, karena secara kultural di masyarakat kita, zina itu perbuatan yang amat tidak boleh dilakukan. Bahkan orang yang tidak sekolah pun akan tahu dengan sendirinya dari perkataan-perkataan yang menyebar di masyarakat bahwa zina itu perbuatan dosa, nista, dan dilarang.

Senin, 16 September 2013

Kontroversi Hati - Membuat Hati Tidak Nyaman

Hari ini, Senin (16/9/2013), ada suatu kejadian yang bisa saya ambil pelajaran. Ternyata kalau kita sedang dikerjain oleh teman, atau kalau istilah Jawa disebut lagi digarapi konco, dan kita terus menanggapinya dengan gugup, dengan berapi-api, teman yang sedang ngerjain kita justru malah tambah senang, karena kita terus terpancing, artinya teman tersebut berhasil membuat wajah kita memerah. Seperti yang saya alami pada hari ini, walaupun ini kejadian yang benar-benar sangat menjengkelkan. Bagaimana tidak, ketika saya sedang ngobrol dengan seorang teman, dan saya bertanya kepadanya, “Apakah si fulanah sudah punya pacar?” Teman saya tersebut justru malah menganggap saya suka pada si fulanah tersebut, padahal saya hanya sekedar bertanya iseng saja ketika lagi ngrasani teman wanita satu kelas tersebut.

Dan lebih parah lagi ketika kami sedang ngobrol bersama dengan si fulanah tersebut, dan juga teman yang lain, karena kebetulan satu kelompok untuk tugas mata kuliah bisnis olahraga. Teman saya tersebut melakukan hal konyol, bertanya secara langsung kepada si fulanah, dan saya berada disitu sesudah membahas tugas kuliah. Ia menanyakan kepada si fulanah bahwa saya (fulan) bertanya kepadanya apakah sudah punya pacar apa belum. “Fulan (maksudnya saya) mau tanya, kamu sudah punya pacar apa belum? Jawabanmu ditunggu lho sama si fulan,” kata teman saya. Ini hal yang sungguh amat menjengkelkan, karena pertanyaan tersebut membuat si fulanah merasa canggung, saya pun merasa ada “kontroversi hati” (meminjam istilahnya Vicky Prasetyo, sang intelek abal-abal), dan merasa tidak nyaman, walaupun kami berdua dengan si fulanah bisa mengantisipasi sikap jahil teman saya yang resek ini.

Minggu, 15 September 2013

Komunikasi Kepelatihan - Pengalaman Melatih Taekwondo

Oleh: Rihan Musadik

Manusia yang secara kodrat merupakan makhluk sosial, sangat membutuhkan komunikasi dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Hal ini karena tanpa komunikasi, manusia tidak akan bisa melakukan hubungan interpersonal dengan orang lain. Oleh karena itu, tanpa komunikasi manusia tidak akan bisa saling bertegur sapa, saling menolong, saling membantu, saling bercengkerama yang semua itu merupakan kebutuhan manusia sebagai homo homini socius ‘manusia yang membutuhkan manusia yang lain’.

Komunikasi merupakan proses pertukaran informasi, pikiran, gagasan, atau ide antara dua pihak atau lebih untuk sampai pada suatu pemahaman. Dengan demikian, komunikasi memiliki tujuan untuk saling memahami, memberikan penjelasan, memberikan pemahaman, saling bertukar informasi, menyelesaikan masalah, dan sebagainya. Dalam buku yang pernah saya baca—kalau tidak salah judulnya “Sukses Tanpa Gelar” tulisan Andrias Harefa—dikatakan bahwa orang yang lebih sering berkomunikasi lebih panjang umur daripada orang yang jarang berkomunikasi. Ini dibuktikan dari penelitian atau pengamatan di penjara; tahanan (misalnya dihukum seumur hidup) yang sering berkomunikasi dengan tahanan lainnya terlihat lebih gembira, lebih bisa menghapus kesedihannya, dan lebih awet hidup daripada tahanan yang jarang berkomunikasi. Misalnya di dalam sel seorang sendirian dan jarang berkomunikasi dengan tahanan di sel sebelahnya, ia akan lebih mudah sedih, murung, frustrasi, dan lebih cepat mati.
 

Duel Floyd Mayweather Jr. vs Saul Canelo Alvarez

Pertarungan antara Floyd Mayweather Junior versus Saul Canelo Alvarez dianggap sebagai pertarungan bergengsi dengan bayaran yang mahal pada kedua petinju, khususnya bagi Floyd Mayweather yang dikabarkan mendapat bayaran yang sangat tinggi dari Golden Boys Promotion. Menurut Johny Asodama, komentator pada acara Tinju Dunia TV One, bayaran Mayweather pada pertarungan ini per detiknya 12,5 milyar. Ini berarti mengalahkan atlet-atlet tingkat dunia dari olahraga lain, bahkan Mayweather dianggap sebagai atlet terkaya versi majalah “Forbes” tahun 2012.

Pada awal ronde, kedua petinju bertarung rapat dan sangat hati-hati. Ini terlihat dari kedua petinju yang tidak mau melakukan jual beli pukulan dan jarang melakukan pukulan-pukulan mubazir. Tapi di pertengahan dan di akhir-akhir ronde, terlihat Mayweather menguasai jalannya pertandingan. Gaya counter boxer yang menjadi ciri khasnya, sangat sulit untuk dihadapi Alvarez, terbukti dari pukulan-pukulan Alvarez yang mudah diatasi Mayweather, meskipun pada beberapa momen Alvarez juga melakukan perlawanan yang sengit, dan beberapa kali mengenai Mayweather.

Sabtu, 14 September 2013

Ngaji - Ujian dalam Hidup

Ustadz Abdussalam Busyro, Lc.
Kalau pada hari Jum’at kemarin saya ngaji di masjid Jenderal Sudirman pada ba’da maghrib hingga isya. Hari ini, Sabtu (15/9/2013) saya sempatkan untuk ngaji di masjid Gedhe Kauman. Saya berangkat dari tempat kost sekitar pukul 17.17 WIB, dan sampai di masjid ketika adzan maghrib berkumandang pada pukul 17.40, jadi kira-kira butuh waktu dua puluh menit untuk sampai di masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Salah satu masjid bersejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Jogja, juga merupakan masjid dimana KH. Ahmad Dahlan berjuang membesarkan Persyarikatan Muhammadiyah yang hingga kini masih tetap eksis dan berjaya. Semoga saja ke depannya Muhammadiyah bisa lebih maksimal, lebih baik dalam menyebarkan dakwah, dan amal-amal shaleh yang berkontribusi nyata bagi bangsa Indonesia.

Sesudah melaksanakan shalat maghrib berjama'ah, membaca wirid sesudah shalat, berdoa, dan mengerjakan shalat sunnah ba’diyah; saya langsung menuju ke serambi masjid, karena pengajian akan segera dimulai di serambi masjid ini. Pengajian malam hari ini diisi oleh Ustadz Abdussalam Busyro, Lc. yang biasa mengisi tafsir Al-Qur’an pada minggu pertama dan minggu kedua di masjid ini setiap malam Minggu. Kebetulan ini kali pertama saya datang setelah dua bulan lebih tidak menghadirinya karena ada tugas KKN. Kebetulan sekali pada pengajian kali ini, kedatangan tamu seorang ulama dari Yaman (saya tidak tahu namanya, mungkin kurang memperhatikan).

Jumat, 13 September 2013

Al-Qur'an - Buku Panduan Kehidupan

Dr. Shofiyullah
Hari Jum’at, 13 September 2013, merupakan hari yang membahagiakan bagi saya, karena pada hari itu saya bisa memulai lagi untuk mandi di akhir malam dan melaksanakan shalat tahajjud, setelah sekian lama meninggalkan amalan yang mulia ini. Mudah-mudahan Allah ta'ala selalu memberikan taufiq dan hidayah-Nya agar saya bisa istiqomah mengerjakan qiyamul lail. Amiin.

Pada sore harinya, setelah mandi—ini adalah mandi yang ketiga kalinya pada hari Jum’at, karena sebelum shalat Jum’at saya mandi dulu—saya makan, atau yang biasa orang Jawa sebut nyore untuk makan malam atau makan sore, kalau makan pagi disebut sarap/nyarap, kalau makan siang biasa disebut madang. Itu bahasa Jawa ngoko, yaitu bahasa Jawa yang kasar.

Seperti biasanya, pada hari Jum’at sebelum adzan maghrib, atau pada saat adzan maghrib, saya bergegas untuk berangkat ke masjid Jenderal Sudirman untuk shalat maghrib di sana, dan tentunya karena ba’da maghrib ada pengajian rutin. Sebenarnya saya belum lama ngaji di masjid ini, sekitar semester lima atau enam saya lupa, yaitu pengajian Jum’at malam ba’da maghrib, dan pengajian selasa malam ba’da magrib dua minggu sekali. Untuk pengajian Jum’at malam ini kebetulan diisi oleh oleh Dr. Shofiyullah, beliau selain mengajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, juga merupakan salah satu pengajar di Ponpes Wahid Hasyim. Ini juga pertama kali saya berangkat pengajian Jum’at malam setelah dua bulan lebih tidak menghadirinya karena tugas KKN.

Selasa, 10 September 2013

Shalat Sunnah Qabliyah dan Ba'diyah

Masjid Jenderal Sudirman, Demangan Baru, Yogyakarta
Alhamdulillah. Hari ini, Selasa (10/9/2013) saya bisa menghadiri pengajian rutin dwi minggu di masjid Jenderal Sudirman yang diisi oleh Habib Sayyidi bin Abdurrahman Baraqbah. Kajian rutin yang membahas kajian hadits ini, diadakan setiap hari Selasa ba'da maghrib, pada minggu kedua dan minggu keempat. Kebetulan ini yang pertama kali dimulai semenjak vacuum selama bulan suci Ramadhan.

Hari itu, saat saya datang ke masjid Jenderal Sudirman, suara adzan maghrib masih sempat terdengar beberapa saat. Langsung saya bergegas mengambil air wudhu di sekitar masjid, dan menunggu beberapa detik, tanpa melakukan shalat sunnah, karena “papan waktu” yang terpasang di ruang utama masjid menunjuk sebentar lagi akan iqomat.

Ketika shalat saya sedikit kaget bercampur kagum, karena imam shalat maghrib, yaitu Ustadz Yasir Arafat membaca Al-Fatihah dan surat pendek dengan lagu khas jawa. Ini baru pertama kalinya saya dengar selama ini, ada imam membaca bacaan ketika shalat dengan lagu bercirikan khas jawa. Biasanya Ustadz Yasir yang masih mengambil S-2 Antropologi di UGM ini membaca bacaan Al-Fatihah dan surat pendek dengan lagu biasa saja, tapi kali ini beliau membacanya dengan lagu khas Jawa, benar-benar ustadz yang asli Sumatera ini cinta budaya Jawa.

Minggu, 08 September 2013

Energi Ekstra dalam Tubuh

Ketika kita sedang dalam keadaan lelah, letih, lesu, capek, dan tak bertenaga karena sehabis melakukan suatu aktivitas berat, ataupun sehabis melakukan aktivitas ringan tetapi dalam durasi waktu yang lama dan kurang istirahat, misalnya saja kurang tidur. Tentu kita akan merasa enggan untuk melakukan kegiatan yang lain, padahal kita sangat perlu untuk melakukan kegiatan atau menyelesaikan tugas kita. Tapi apa boleh buat, tubuh kita yang lesu ini bawaannya ingin segera berbaring di atas tempat tidur.

Tapi tahukah anda, tubuh kita ternyata memiliki cadangan energi yang cukup besar, yang apabila kita gunakan dengan maksimal hasilnya akan sangat bermanfaat, dan rasa lelah pun akan segera berganti menjadi semangat lagi. Meskipun harus diakui, pada saatnya tubuh kita juga nantinya akan merasa lelah kembali, dan ini merupakan pertanda agar kita segera mengistirahatkan tubuh kita. Dengan istirahat yang cukup, dengan tidur yang nyaman akan mngembalikan energi kita yang hilang, menghilangkan rasa capek, memperbarui sel-sel dalam tubuh kita, dan bila kita tidur dengan cukup dan nyaman, jelas kita akan bangun dalam keadaan sehat dan bugar.

Jumat, 06 September 2013

Obrolan dengan Penjual Dawet Hitam

Es Dawet Ireng
Beberapa hari yang lalu, pada saat perjalanan pulang dari Jogja ke Purbalingga, tepatnya Kamis (5/9/2013). Saya sempat mampir untuk sekedar istirahat sejenak di daerah Bayan, Purworejo. Itu pun saya lakukan ketika melihat ada warung dawet hitam yang berjejer di pinggir jalan, karena badan semakin lelah, saya putuskan untuk berhenti di salah satu warung dawet hitam tersebut. Pertama kali berhenti, saya disambut oleh penjual dawet tersebut yang berjalan ke arah warung yang saya singgahi, Monggo Mas,” katanya. “Nggih Bu, dawete setunggal,” kataku sambil duduk di kursi warung, sembari melepas jaket, tas, dan sarung tangan.

Ibu yang menjaga warung itu pun segera mengambilkan semangkuk dawet hitam segar dengan segala kekhasannya. Lalu saya pun menikmati dawet hitam yang baru saja disuguhkan, rasanya manis dan segar karena dicampur es, apalagi di terik panas mentari yang amat membakar kulit, rasanya benar-benar melepas dahaga yang kehausan. Ibu itu pun duduk di kursi depanku sambil menungguiku menikmati segarnya sajian dawet hitam. Sementara kendaraan berlarian dengan suara-suara bisingnya seolah ikut meramaikan hari itu.

Kamis, 05 September 2013

Filosofi Film "Ted"

Persahabatan Ted dan John Bennet
Kalau dua hari yang lalu saya ingin menuliskan filosofi film “Ted”, tapi malahan nyasar jadi nulis sinopsisnya. Kali ini saya coba mengangkat filosofi, pelajaran dan pesan dalam film “Ted” ini. Seperti pembaca lihat sendiri dalam film “Ted”—atau kalau belum sempat menonton filmnya, bisa baca sinopsisnya dulu di blog ini—bahwa film ini kalau kita amati bersama, lebih banyak berkutat pada masalah percintaan antara John dan Lori, serta yang dianggap menjadi stumbling block hubungan mereka berdua, yaitu boneka beruang ajaib yang dinamakan Ted oleh John Bennet ketika kecil.

Dalam film ini, kita melihat dua orang sahabat (yang satu orang, yang satu bukan orang, tapi boneka ajaib) yang semenjak kecil hingga mereka beranjak dewasa, selalu menghabiskan waktu bersama, tertawa bersama, bercanda bersama, dan tempat curhat yang paling pas bagi John. Pacar John yang bernama Lori Collins pun sudah terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan mereka berdua, sudah tahu seluk beluk kelakuannya, karena Lori pun sering menghabiskan waktu bersama dengan John dan Ted ketika tidak sedang bekerja.

Sinopsis Film "Ted"

John Bennet, Ted, dan Lori Collins dalam film "Ted"
Siang hari selepas shalat dhuhur pada Rabu (4/9/2013), saya pergi ke warung untuk membeli kopi, lalu saya seduh dengan air panas dispenser. Sambil menunggu air panas, saya hidupkan laptop. Selesai itu, saya membuka beberapa dokumen laporan KKN. Setelah selesai mengecek dokumen yang akan saya kumpulkan itu, saya membuka file film. Ya, siang ini saya berniat nonton film (salah satu hobi saya, yaitu nonton film). Dan pilihannya jatuh pada film yang baru saja saya copy dari teman kost sebelah berjudul “Ted”. Di file-nya film ini tertulis tahun 2012, dan memang benar, setelah saya lihat film ini memang rilis tahun 2012. Aktor utama dalam film ini yaitu Mark Wahlberg yang berperan sebagai John Bennet, lalu Mila Kunis yang berperan sebagai Lori Collins, pacar John Bennet, dan tidak lupa tokoh utama dalam film ini, yaitu boneka Ted.

Film ini jelas tergolong sangat absurd, tapi juga mengasah kepekaan kita untuk berimajinasi, dan mengambil nilai filosofi di balik kisah film ini. Ada pesan dan pelajaran yang bisa kita ambil dari alur cerita film ini. Diawali dengan sebuah prolog, bahwa keajaiban sudah lama hilang dari dunia kita, sehingga banyak harapan-harapan kita yang tidak tercapai. Film ini mengisahkan seorang anak kecil yang kesulitan mencari teman. Ketika di hari natal teman-teman yang lain bermain asyik gembira, sementara John Bennet kecil kesepian, karena merasa tidak memiliki teman.

Selasa, 03 September 2013

Bocah itu...

Pagi itu sekitar pukul 10.30, saya pergi ke bengkel motor, dekat bangjo pertigaan UNY. Ini kali pertama ke bengkel tersebut untuk ganti oli, dan servis lampu send kiri yang mati. Ketika menunggu motor yang sedang di servis, saya dikejutkan dengan seorang anak kecil sekitar kelas 4 SD (kalau sekolah). Saya memang sedikit terkejut heran, karena bocah sekecil itu menjual koran di jalanan lampu merah pertigaan UNY. “Siapakah gerangan yang mengurusmu wahai bocah kecil? Dimana gerangan orangtuamu? Engkau tidak seperti bocah pada umumnya, yang pagi hari berangkat sekolah, siang dan sore hari bermain, tertawa riang gembira dengan kawannya, duhai malangnya nasibmu bocah kecil,” gumamku dalam hati sambil menunggu motor selesai diperbaiki.

Ketika di rumah, lebih tepatnya kamar kost (ini kamar kost bagiku sudah seperti surga, tempat sejuk buat menenangkan diri, pokoknya kamarku surgaku, halah…), saya termenung, alangkah beruntungnya saya, dan teman-teman saya yang lain, ketika masih kecil bisa hidup enak, bisa merasakan sekolah, merasakan kasih sayang orangtua, bermain, tertawa riang gembira dengan teman-teman sebaya, sementara bocah kecil yang saya lihat di pertigaan lampu merah tersebut sudah nekat (atau kepepet alias terpaksa) mencari uang dengan cara menjual koran, dan entah darimana ia mendapatkan koran tersebut.

Senin, 02 September 2013

Malam Perpisahan KKN UNY Kelompok 28 dengan Warga Dusun Graulan

Tepat malam Minggu (31/8/2013), KKN UNY kelompok 28 yang ditugaskan di dusun Graulan mengadakan perpisahan dengan warga dusun Graulan. Undangan dilakukan secara terbuka lewat pengeras suara di masjid Nurul Huda pada ba’da ashar dan ba’da maghrib. Acara berlangsung di halaman koperasi sebelah utara masjid Nurul Huda pada pukul 20.00 sampai pukul 22.00 WIB. Acara perpisahan ini dibantu oleh pemuda Karangtaruna Marsedes.

Acara berlangsung sangat sederhana dengan menggelar tikar di halaman, dan memasang lampu di sekitarnya, serta di depan ada layar proyektor untuk pemutaran foto selama KKN berlangsung. Meskipun undangan hanya dilakukan lewat pengeras suara, warga dusun tetap banyak yang menghadiri, begitu juga tokoh-tokoh masyarakat dusun Graulan.

KKN di Dusun Graulan - Sebuah Kerinduan

Entah kenapa, hari Senin ini (2/9/2013) saya merasa kangen dengan suasana KKN di dusun Graulan. Sebenarnya rasa sedih, rasa haru, dan rasa rindu sudah saya rasakan ketika kami meninggalkan dusun tersebut kemarin siang. Mungkin ini hal yang wajar sekali, karena waktu dua bulan tinggal di dusun tersebut secara total, bukanlah waktu yang singkat, meskipun ada jeda waktu untuk pulang beberapa hari. Tapi tentu saja, ini merupakan pengalaman berharga yang boleh dibilang tak terlupakan, karena ada banyak sekali hikmah dan pelajaran yang bisa saya ambil untuk mengarungi kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Secara jujur, saya sangat senang dan bersyukur sekali kepada Allah yang telah menempatkan saya KKN di dusun Graulan bersama dengan teman-teman yang Allah ta'ala pilihkan untuk saya. Semoga ke depannya kalian menjadi lebih baik (barakallahu fikum).

Kamis, 29 Agustus 2013

Shalat Shubuh Berjama'ah

Pagi ini, Jum’at (30/8/2013), saya sedikit kesal dengan diri sendiri karena mendapati diri ini terbangun tepat pukul 06.40, itu berarti melewatkan waktu shalat shubuh berjama'ah di masjid (itu jelas), dan tentunya shalat shubuhku jadi kesiangan alias tidak disaksikan malaikat. Sebab kata Nabi, “Sesungguhnya shalat shubuh itu disaksikan oleh para malaikat, dan malaikat juga turut mendoakan”. Itu yang dapat saya ingat. Shalat shubuh di masjid juga memiliki keutamaan besar tersendiri, bahkan ada sebuah buku yang membahas keutamaan shalat shubuh di masjid. Saya pernah melihatnya di lingkungan masjid Kampus UGM, yang memang banyak penjual buku-buku agama di situ, buku itu (kalau nggak salah, tapi kayaknya salah dechberjudul Keutamaan Shalat Shubuh di Masjid.

Yang saya ingat ada sebuah hadits dari Rasulullah, “Seandainya kita tahu pahala shalat shubuh di masjid, tentu kita akan bergegas berangkat, meskipun harus berjalan merangkak”. Subhanallah. Saya teringat ketika mendengar khutbah jum’at di masjid Kampus UGM (saya memang terbiasa di masjid ini, begitu juga dengan majelis ta'lim, saya sering menghadirinya), khotib membawakan sebuah hadits, bahwa barangsiapa shalat shubuh berjama'ah di masjid, pahalanya sama dengan qiyamul lail semalam suntuk. Jika ada seseorang shalat tahajjud tapi ia tidak shalat jama'ah, maka pahalanya kalah dengan orang yang tidak shalat tahajjud, tapi ia shalat jama'ah di masjid, tentu saja yang paling keren bisa qiyamul lail dan shalat shubuh berjama'ah di masjid.

Jalan Sehat dalam Rangka HUT RI ke-68

Graulan, Giripeni, Wates. Warga dusun Graulan melakukan kegiatan jalan sehat dalam rangka 17 Agustus pada Minggu (25/8), rute jalan sehat diawali dengan berkumpul di lapangan voli RW 2 yang baru saja diperbaiki oleh KKN posko Graulan dan pemuda Karangtaruna Marsedes. Lalu berjalan ke arah timur dan rute hanya mengelilingi dusun Graulan.

Ratusan warga datang berbondong-bondong untuk mengikuti kegiatan jalan sehat ini yang sebelumnya pada malam harinya, yaitu malam Minggu diadakan pentas seni dusun Graulan di lapangan voli yang sama. Pengumuman jalan sehat dilakukan lewat pamflet-pamflet dan lewat pengeras suara di masjid Nurul Huda dan gardu dusun.

Warga terlihat sangat gembira dan antusias, karena memang dua tahun terakhir kegiatan 17-an vacuum, kegiatan jalan sehat ini juga merupakan sarana yang sangat baik untuk menyatukan kebersamaan warga dusun Graulan yang selama ini terlihat terkotak-kotak lewat RT.

Di samping jalan sehat puluhan doorprize menarik, dan juga menghadirkan pesulap amatir juga menambah semaraknya kegiatan ini. Hadiah doorprize sendiri sebagian besar berasal dari warga, KKN, dan Karangtaruna. Sebelum pembacaan kupon dan acara sulap ada pembagian hadiah lomba 17-an pada Sabtu dan Minggu (17-18/8), serta lomba voli plastik antar RT pedukuhan Graulan dari Senin malam hingga malam Jum’at (19-22/8). (RM).

Lomba 17-an dalam Rangka HUT RI ke-68

Graulan, Giripeni. Hari Sabtu dan Minggu, pada tanggal 17 dan 18 Agustus 2013, KKN UNY kelompok 28 bekerjasama dengan Karangtaruna Marsedes mengadakan lomba dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke-68. Khusus hari Sabtu, yaitu lomba makan krupuk, lari kelereng, goyang jeruk, dan pecah air. Lomba ini hanya diikuti oleh anak-anak dusun Graulan, diikuti oleh sekitar 70 anak, dan dimulai pada pukul 14.00 hingga 17.30 WIB.

Sedangkan pada hari Minggu yang dimulai pada pukul 15.00, yaitu lomba tangkap belut untuk ibu-ibu, tangkap belut untuk anak-anak, dan kipas balon. Pada malam harinya pukul 20.00 diadakan lomba masak nasi goreng untuk bapak-bapak yang masing-masing RT mengirimkan perwakilannya, sedangkan di Graulan ada enam RT. Selain itu, juga ada lomba goyang jeruk untuk remaja maupun dewasa.

Kemudian pada Senin malam (19/8) hingga Kamis malam (22/8) diadakan lomba voli plastik antar RT, dan setiap RT mengirimkan perwakilannya minimal satu tim, tapi ada juga yang mengirimkan dua tim. Mahasiswa KKN juga ikut serta dalam lomba voli, seluruhnya yang mendaftar ada 8 tim dengan menggunakan sistem gugur. Untuk Juara 1 voli plastik dimenangkan RT 06, Juara 2 RT 04, sedangkan Juara 3 oleh tim KKN. (RM).

Pelatihan Membuat Pie Buah untuk Ibu-Ibu di Dusun Graulan

KKN UNY kelompok 28 yang ditugaskan di dusun Graulan mengadakan pelatihan membuat pie buah yang diperuntukkan bagi ibu-ibu PKK di dusun Graulan pada Minggu (28/7/2013). Pelatihan ini mendatangkan tutor dari Bantul. Pelaksanaannya bertempat di lingkungan Mushola Nurul Iman.

Antusiasme peserta pelatihan, yaitu ibu-ibu terlihat dari keseriusan dalam memperhatikan tutor mengajarkan cara membuat pie buah, sekaligus langsung dipraktekan oleh ibu-ibu. Acara berlangsung lancar yang dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 siang.

Selesai acara ini, KKN, pelatih, dan ibu-ibu berfoto bersama untuk dokumentasi dan kenang-kenangan. Tidak lupa hasil pembuatan pie buah yang dibuat oleh tutor dan ibu-ibu disajikan di meja yang sudah disediakan panitia. Sajian pie buah juga difoto, sajian yang sudah ditata rapi di atas meja terlihat sangat cantik dan indah, sangat menggoda selera yang lapar ketika bulan suci Ramadhan ini. Serasa ingin melahapnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kelompok KKN yang bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan pada ibu-ibu PKK dalam membuat pie buah, karena keterampilan membuat makanan atau sajian pie buah jarang diketahui oleh para peserta, di samping potensi untuk bisnis ini cukup prospek. (RM).

Kamis, 15 Agustus 2013

Sebuah Cerpen - Air Mata Penyesalan

Malam itu tidak seperti biasanya, begitu kelam. Angin begitu tenang tak berbicara sedikitpun, seakan membawa berita bencana, membawa ketakutan, karena hawa malam yang terasa mencekam. Bulan pun tak menampakkan wajahnya yang terang, dan bintang-bintang tak ada satu pun yang menyiramkan cahaya malam. Jangkrik-jangkrik masuk ke sarangnya masing-masing, tak terdengar sedikitpun nyanyiannya yang ikut meramaikan malam. Bahkan semut-semut tak aku lihat satu pun, biasanya banyak semut merayap, berderet di dinding, kenapa malam ini begitu sunyi mencekam.

Tiba-tiba dari dalam rumah. Istriku Rina, memanggil, memecah keheninganku bersama suasana malam. “Mas, sudah larut malam nih, masuk yuk, di luar kan dingin, sekalian temani Zahra tidur,” katanya membujukku yang sedang merenung di teras rumah.

Zahra adalah anak pertamaku, perempuan dan cantik seperti ibunya. Nama Zahra aku dapatkan dari Pak Kyai yang saat itu aku undang pada acara aqiqah untuk memberikan doa, memberi kami nasihat, sekaligus memberikan nama pada anakku. Dan beliau menamainya Fatimatuzzahra, nama panggilannya Zahra. Nama yang sungguh indah dan enak didengar.

“Pasti nama ini diambil dari Al-Qur’an ya, Kyai?” tanyaku waktu itu.

“Ya, betul Har, harapannya supaya kelak bisa jadi anak yang shalehah, dan selalu mengamalkan Al-Qur’an, berbakti pada kedua orangtua, serta berguna bagi masyarakat,” jawab Pak Kyai sembari tersenyum. Sebelum acara aqiqah selesai, dan Pak Kyai hendak beranjak pulang. Beliau pun memandangku dan bertanya, “Har.”

 “Ya, Pak Kyai, ada apa?” jawabku singkat.

“Akhir-akhir ini aku lihat kau jarang terlihat di majelis pengajian, aku dengar kau juga jarang shalat berjama'ah di masjid,” katanya. Lama aku berpikir untuk menjawab pertanyaan Kyai, bahkan aku sempat termenung. Namun, sebelum aku mengeluarkan sepatah kata, Pak Kyai melanjutkan bicaranya, “Har, semenjak usahamu maju pesat, bahkan banyak pemuda-pemuda kampung yang masih nganggur kau pekerjakan menjadi karyawanmu, hingga kau pun tercatat menjadi salah satu pengusaha sukses di kota ini. Aku perhatikan kau jarang ngaji di majelis, jarang shalat di masjid. Dan yang aku heran, kenapa saat bujangan kau tidak memilih istri yang berjilbab, yang menutupi auratnya, yang shalehah, yang bagus agamanya, yang bisa mengingatkanmu dikala lupa, yang dapat meluruskanmu dikala bengkok, dan yang bisa mengantarkanmu pada keridhaan Allah? Kenapa kau tak minta tolong padaku saja untuk mencarikan istri yang shalehah, di pesantrenku kan banyak santriwati-santriwati cantik yang sudah dewasa, yang menurutku cocok denganmu, tapi anehnya kau justru memilih istri yang mantan pelacur dan tidak jelas asal-usulnya itu,” sambung Pak Kyai sembari menatap tajam padaku, seolah tak merestui pernikahanku dengan Rina.

Rabu, 14 Agustus 2013

Kultum - Ukhuwah (Persaudaraan)

Basmalah, salam, innalhamdalillah…, asyhadu…, shalawat, yaa ayyuhalladziina…

Bapak ibu, jama'ah shalat isya dan shalat tarawih yang dimuliakan Allah

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah semata, kita bersyukur hingga hari ini masih diberikan kenikmatan untuk dapat merasakan indahnya dan nikmatnya puasa ramadhan dan mengerjakan amalan-amalan ibadah yang pahalanya berlipat ganda.

Shalawat dan salam…

Bapak ibu, para jama'ah rahimakumullah…

Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, yaitu rahmat bagi seluruh alam dan juga umat manusia, sejak awal telah mengajarkan budaya persatuan. Bukan saja dalam koridor sesama kaum muslimin atau yang biasa disebut dengan ukhuwah islamiyah, tetapi juga dalam konteks masyarakat berbangsa dan bernegara, atau ukhuwah wathaniyah. Dan lebih luas lagi dalam konteks ukhuwah basyariyah, yaitu persaudaraan atau persatuan sesama manusia dimanapun berada. Dalam sejarah dan realitas terkini pun akan mudah kita temukan, bahwa sejatinya persatuan umat memberikan kontribusi besar dalam menambah kualitas suatu bangsa.

Cersing - Cerita Singkat

Di sebuah kampus ternama di kota Yogyakarta, tepatnya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), di sanalah kami belajar, berteman, dan saling memahami satu sama lain. Kami menimba ilmu sesuai dengan bidang kita, yaitu bidang olahraga, tepatnya jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga.

Bila suatu waktu dosen tidak bisa hadir alias berhalangan, entah karena ada urusan penting atau mendadak, atau mungkin juga karena sedang malas mengajar. Kami sering berkumpul di salah satu kost teman kami, biasanya teman-teman akan main ke kostku atau ke kostnya Uno, yang memang tidak jauh dari kampus.

Kultum - Urgensi dan Hikmah Shalat

Sebagai seorang muslim, setiap hari kita diwajibkan oleh agama kita untuk mendirikan shalat lima waktu. Namun tanpa disadari, kebanyakan dari kita menganggap kewajiban mulia tersebut sekedar rutinitas yang membebani saja. Banyak yang menjalankan shalat hanya sekedar menggugurkan kewajiban, ibaratnya anak sekolah atau karyawan perusahan sekedar absen semata tanpa mengetahui urgensi dan hikmahnya. Karenanya, marilah dalam kesempatan yang berbahagia ini, kembali kita mencoba menyelami kembali urgensi dan hikmah ibadah shalat yang kita kerjakan sehari-hari.

Adapun di antara urgensi dari ibadah shalat, yaitu merupakan ibadah yang pertama kali akan dimintakan pertanggung jawabannya dari manusia pada hari kiamat kelak. Bukan hanya itu, ibadah shalat kita juga menjadi cermin dari keseluruhan rangkaian amal ibadah kita selama di dunia. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya amal ibadah seseorang yang paling pertama kali dihisab adalah shalatnya. Jika shlalatnya dinilai baik, maka bahagia dan tenanglah dia. Namun jika shalatnya rusak, maka rugi dan sengsaralah dia” (HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Nasa’i).

Minggu, 11 Agustus 2013

Kultum - Kasih Sayang

Basmalah (dibaca sirr). Assalamu’alaikum warahmatullahi ta'ala wabarakatuh. Pembuka. Yaa ayyuhalladziina…

Ibu dan bapak, para jama'ah yang dimuliakan Allah. Alhamdulillah.

Hingga hari ini kita masih diberikan karunia untuk dapat melaksanakan puasa ramadhan yang ke- … dan masih diberi kekuatan untuk dapat melaksanakan shalat isya dan shalat tarawih secara berjama'ah. 

Kemudian, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, baginda Nabi Muhammad, juga kepada keluarganya, para sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Ibu dan bapak, para jama'ah yang dimuliakan Allah.
 
Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, ”Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai saudaranya sendiri, seperti ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Muttafaqun’alaihi).

Kultum - Homo Religius

Al-Faqir Rihan Musadik
Basmalah (dibaca sirr). Assalamu’alaikum warahmatullahi ta'ala wabarakatuh. Pembuka. Qalallahu… Ta’awudz. Surah Ar-Rum ayat 30. Shadaqallahul ‘adziim.

Bapak-bapak dan ibu-ibu, para jama'ah yang dirahmati Allah. Pertama, marilah kita senantiasa memanjatkan rasa syukur kita kepada Allah ta'ala yang telah memberikan kita limpahan nikmat dan karunianya. Terutama nikmat kesehatan, nikmat keimanan, dan nikmat keislaman; sehingga kita dimudahkan, kita diringankan untuk berjalan, melangkah menuju masjid-masjid Allah untuk melaksanakan shalat isya dan shalat tarawih berjama'ah, serta menghadiri majelis ilmu kita ini.

Kedua, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, uswah hasanah kita, baginda Nabi Muhammad, juga kepada keluarganya, para sahabat, dan para pengikutnya hingga hari kiamat, dan semoga kita semua mendapatkan syafa’at beliau di hari kiamat kelak.

Bapak-bapak dan ibu-ibu, para jama'ah rahimakumullah…
 
Ayat yang tadi saya bacakan, yaitu surat Ar-Rum ayat 30, yang membahas tentang persoalan agama yang memang sangat dibutuhkan oleh manusia. Ayat tersebut jika diterjemahkan kurang lebih artinya:

Senin, 22 Juli 2013

Lomba TPA di Dusun Graulan

Giripeni, Graulan – Sabtu (13/7) pukul 09.30, lomba TPA di dusun Graulan bertempat di masjid Nurul Huda yang diikuti oleh 18 anak murid, dengan kategori lomba pada hari Sabtu, yaitu lomba praktek wudhu dan shalat, lomba hafalan surat-surat pendek, dan lomba hafalan doa sehari-hari.

Peserta lomba dari anak-anak TPA masjid Nurul Huda dan masjid Nurul Iman. Meskipun pada hari Sabtu tidak semeriah pada hari Minggu, dan hanya diikuti oleh 18 anak saja baik dari PAUD, TK, maupun SD; tetapi lomba dapat diikuti peserta dengan baik dan lancar. 

Tujuan lomba lebih kepada memberikan semangat kepada anak untuk terus belajar memperdalam agama, ini dapat dilihat ketika anak mengikuti lomba dan melakukan kesalahan, lalu juri langsung membenarkan sekaligus mengajarkan praktek lomba yang benar. Jadi, ada unsur edukasi dalam kegiatan lomba yang diadakan oleh KKN UNY 2013 kelompok 28 ini. Kendati demikian, kriteria penilaian tetap menjadi acuan untuk menentukan juaranya.

Pada hari Minggu (14/7), pukul 09.30 diadakan lomba mewarnai dan menggambar masih di tempat yang sama. Diikuti oleh 70 peserta dengan kategori usia PAUD, TK, SD kelas 1 dan 2, serta kelas 3 ke atas hingga kelas 3 SMP. Pada hari minggu ini, peserta memang sangat banyak, karena anak memang lebih senang dengan menggambar dan mewarnai.

Dibandingkan dengan hari Sabtu, yaitu lomba bertemakan agama Islam an sich yang hanya anak-anak tertentu saja yang mau mengikuti, sementara anak yang lain, entah dengan berbagai alasan enggan untuk ikut lomba wudhu, shalat, hafalan doa, dan surat pendek; baik karena alasan tidak bisa, malas, dan sebagainya.

Di samping itu, hari Minggu juga sekaligus ada lomba adzan di jam yang sama, sementara sore harinya jam empat, diadakan lomba Cerdas Cermat Agama, untuk juri lomba dari KKN UNY dan guru-guru TPA setempat. Kemudian penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada hari Rabu (23/7) di masjid Nurul Iman sekaligus diisi dengan pengajian anak-anak TPA yang akan diisi oleh Ustadz Sunardi, serta acara buka bersama atau tajilan. (RM).

Hanya Kaulah

Bukan seperti bidadari
hingga jadi cinta gila
tapi karena benih yang muncul
Seiring waktu yang menyapa

Hanya kaulah
Bukan seperti wanita ideal
tapi karena tarikan emosi
Seiring aura yang menggerayangi

Hanya kaulah
Bukan seperti Siti Asiyah
tapi karena sentuhan ruhani
Meski tak sebanyak Bunda Maria


Rh. Musadik
Juli 2013

Minggu, 21 Juli 2013

Kuda Malang

Wahai kuda
Kau cari rumput menyendiri
terbuang dari kawanmu
Hewan jalang yang malang
Temanmu hanya kesunyian
dan kebodohan

di segala tempat merasa terasing
Hingga ke ujung dunia sekalipun
tapi hatimu yang bagai kapas
Menerima ikhlas
meski kau makan rumput berlumpur
campur debu dan layu
kau terima itu dengan ketulusan ribuan hati
tanpa beban sebiji pun

kerinduanmu kembali segera tiba
terbang melayang di awang-awang
nun jauh di sana
lalu kau lepas bebas
dan hidup dalam keabadian
tanpa derita


Rihan Musadik
Graulan, Sabtu pagi
21 Juli 2013

Minggu - KKN UNY di Dusun Graulan - Rasa Syukur

Aku merasa bahwa dalam hidup ini, terkadang kita merasa bahagia, senang, dan gembira. Tapi juga tak kalah sering, dan tidak bisa dipungkiri kadang kita merasa jenuh, sumpek, sedih, dan perasaan-perasaan lain yang membuat hati ini tak mampu lagi tertawa lebar. Bahkan aku sering berpikir, alangkah indahnya kematian di tengah ksemrawutan hidup di dunia ini, sambut aku wahai sang kematian, begitu kira-kira perasaan berkata ketika dalam kondisi serba membosankan. Namun di sisi lain, kita amat takut dengan yang namanya kematian itu sendiri, entah karena rasa sakitnya menjelang sakaratul maut, atau takut meninggalkan hidup dunia ini yang sudah menjadi comfort zone, atau bagi seorang yang sadar akan hidup di alam kebadian, ia justru takut apakah bekal amal yang dibawa untuk kematian dan perjalanan panjang, lelah, lama dan berliku sudah cukup untuk memenuhi dirinya.

Di Ujung Cinta

Aku mendekat karena rindu
Menunggumu dekat pintu depan
dan merasa kau mendekat
lalu kutatap wajahmu yang sendu 
Sembari berharap kau duduk di sebelahku
Bicara tentang masa depan kita yang indah

atau mungkin
Gulungan-gulungan perasaan ini
hanya mengharap

Tapi ini usaha
meski tanggap sekerdip lilin
berlanjut ataukah sewajarnya

Kuberi kau sinyal-sinyal cinta
kau balas juga sebenarnya
tapi aku belum yakin
perasaanmu sungguh

Mungkin aku baru yakin
kala aku katakan cinta padamu
sementara kau jawab dengan senyuman indah
sambil tersipu malu


Rihan Musadik
Juli 2013

Kamis, 18 Juli 2013

Detak Haru

Dari detak jantung jam dinding
tepat diatas kepalaku
Waktu menunjuk mentari sepenggelahan naik

Mata-mata sayu menemui hajatnya
dan dari mata sayu terakhir yang kuajak bicara
Itu mengajak hati ini menari

Dari tubuh-tubuh terbaring
tergeletak dengan diliputi dingin
Dingin yang bercampur wangi kelapa sawit

Nenek tua melintas tepat dari ujung bola mataku
Mengharu birukan rasa galau yang semakin berkerak
dari kerak-kerak nurani jauh di dalam
Meneteskan air mata kesedihan

dan kuminta melepaskan beban
Dari kalbu yang terlanjur berat
Menahan tangis tersembunyi ini


Rihan Musadik
Graulan, 19 Juli 2013

Sabtu, 13 Juli 2013

Taekwondo Sebagai Manifestasi Pendidikan Karakter

Oleh: Rihan Musadik

Berbicara tentang pendidikan karakter, tentu tak lepas dari peran seluruh elemen masyarakat, jika ingin pendidikan karakter berhasil dan tertanam pada generasi bangsa ini, terutama para pemuda yang saat ini sedang mengalami demoralisasi atau kemerosotan akhlak. Kita lihat bagaimana tawuran antar pelajar terjadi dimana-mana, siswa ketahuan menyontek, terlambat masuk sekolah atau indisipliner, maraknya tindak kriminal, skandal asusila, serta kearifan lokal yang mulai pudar. Hal ini mengindikasikan penurunan akhlak yang sangat signifikan pada generasi muda.

Berkaitan dengan masalah implementasi pendidikan karakter yang akhir-akhir ini sedang hangat dibicarakan. Realisasi pendidikan karakter sendiri dapat diajarkan pada segala aspek kehidupan. Mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan, lingkungan sekolah, maupun lingkungan olahraga (klub). Dalam hal ini pendidikan karakter dapat diajarkan lewat olahraga, salah satunya adalah olahraga beladiri taekwondo.

Problematika Olahraga di Indonesia

Oleh: Rihan Musadik

Diakui atau tidak, olahraga telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak zaman dahulu hingga kini. Kalau di zaman dahulu olahraga bentuknya masih sebatas mempertahankan diri, beradaptasi dengan lingkungan, berburu, kesenian, maupun untuk kepentingan perang. Berbeda pada saat sekarang, olahraga telah banyak mengalami perubahan dan berkembang lebih luas menyentuh berbagai aspek kehidupan. Dinamika olahraga dalam perjalanannya mengalami banyak institusionalisasi yang semakin lama seiring dengan berjalannya waktu, semakin terstruktur, terorganisir, dan tersistematisasi dengan baik.

Hal ini ditandai dengan peran sentral pemerintah dalam me-manage berbagai aspek di bidang keolahragaan, baik itu menyangkut pendidikan yang notabene menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, maupun olahraga prestasi yang diharapkan mampu mengangkat citra dan martabat bangsa Indonesia di kancah internasional. Di samping itu, induk-induk cabang olahraga juga menjadi indikasi terorganisirnya berbagai macam cabang olahraga yang ada.

Selasa, 09 Juli 2013

Senin - KKN UNY di Dusun Graulan - Arah Kiblat

Hari Senin, 8 Juli 2013, masih tentang KKN UNY di dusun Graulan, tidak banyak kegiatan yang saya lakukan, tapi cukup memusingkan untuk mengerjakan garis shaf shalat masjid Nurul Huda. Sebenarnya hal itu keinginan dari pihak takmir masjid tersebut untuk memperbaiki shaf, yang kemiringannya hanya selisih sedikit saja beberapa derajat. Dengan niat amal ibadah, akhirnya kami kerjakan juga dengan dua orang teman saya (dengan setengah hati, karena memang kami kurang mantap dalam mengerjakannya). Itu disebabkan karena garis shaf yang lama masih bisa digunakan, bedanya cuma sedikit dengan kemiringan garis shaf yang diperbaharui Depag. Padahal masalah kemiringan arah kiblat tidak perlu menjadi masalah, karena ada banyak dalil shahih yang mengatakan tidak perlu dan tidak harus tepat sekali dengan arah kiblat. Seperti yang saya kutip dari www.mediasalaf.com:

Jumat, 05 Juli 2013

Sabtu Pagi - KKN UNY - Kebersamaan

Catatan harianku seputar KKN UNY semester khusus dimulai pada hari ini, yaitu Sabtu, 6 Juli 2013. Meskipun sudah mulai diterjunkan ke lokasi KKN di Dusun Graulan, Kelurahan Giripeni, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo pada 1 Juli 2013. Mata kuliah KKN yang 3 sks ini, diawali dari proses administrasi yang antara lain berisi: regsitrasi, pembayaran, pembekalan, ujian formalitas, pelepasan, dan penerjunan. Selain itu juga perkenalan dengan anggota kelompok dari berbagai fakultas, dan observasi bersama ke dusun Graulan. Cerita seputar kegiatan atau aktivitas harian di dusun Graulan, mungkin yang paling menarik untuk dituliskan di sini.

Rabu, 26 Juni 2013

Landing Philosophy

Setelah terbang melayang-layang di ketinggian abstraksi yang begitu rumit dengan ketinggian bahasa yang sebenarnya hanya signifier belaka; melewati garis demarkasi, lalu menuju ke kedalaman metafisika, hingga passing over, dan mencoba alam pikir kebebasan. Sudah saatnya untuk turun perlahan dari wacana teoritis murni, lalu teori praktis, hingga benar-benar mencebur ke dalam ranah praksis yang mudah dipahami, beradaptasi dengan habitat setempat dengan segala adat istiadat dan kompleksitas kebudayaan yang ada. Dan akhirnya, Ludwig Wittgenstein menghubungiku untuk segera menggunakan pisau analisisnya yang saya kira cukup praktis, ia bilang, "Filsafat Bahasa". Kabar baiknya, saya siap menggunakan tanpa rasa malu sedikitpun, dan bukan berarti kehilangan intelektualitas yang ternyata hanyalah dorongan eksistensi saja, karena ini menyangkut sesuatu yang "tinggi": kebijksanaan. 


Status FB