Minggu, 11 Agustus 2013

Kultum - Kasih Sayang

Basmalah (dibaca sirr). Assalamu’alaikum warahmatullahi ta'ala wabarakatuh. Pembuka. Yaa ayyuhalladziina…

Ibu dan bapak, para jama'ah yang dimuliakan Allah. Alhamdulillah.

Hingga hari ini kita masih diberikan karunia untuk dapat melaksanakan puasa ramadhan yang ke- … dan masih diberi kekuatan untuk dapat melaksanakan shalat isya dan shalat tarawih secara berjama'ah. 

Kemudian, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, baginda Nabi Muhammad, juga kepada keluarganya, para sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Ibu dan bapak, para jama'ah yang dimuliakan Allah.
 
Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda, ”Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai saudaranya sendiri, seperti ia mencintai dirinya sendiri” (HR. Muttafaqun’alaihi).

Dari hadits ini, Rasulullah memerintahkan kita untuk saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi terhadap saudara kita, yaitu saudara sesama muslim, seperti mencintai diri kita sendiri.

Karena rasa kasih sayang merupakan salah satu ciri atau akhlak yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Seorang muslim sehebat apapun ia, sealim apapun ia, serajin apapun ibadahnya, kalau tidak memiliki rasa kasih sayang kepada makhluk-makhluk-Nya Allah, maka ia bisa dicap sebagai ahli neraka. 

Ada sebuah riwayat. Dikisahkan pada hari kiamat nanti, ada seorang ahli ibadah yang membawa pahala amal kebaikan atau pahala aneka macam ibadah yang sangat banyak, baik ibadah shalat, baca Qur’an, sedekah, puasa, dsb….

Ternyata, walaupun ia seorang ahli ibadah sekalipun, kalau tidak memiliki rasa cinta dan kasih sayang kepada makhluk-makhluk-Nya Allah, meskipun hanya seekor kucing. Laknat Allah tetap menimpa pada ahli ibadah tersebut, dan Allah tidak ridha ia masuk ke dalam surga-Nya. Ini tidak lain karena tidak hidup rasa kasih sayang dalam hatinya.

Dalam riwayat yang lain, yang sudah seringkali kita dengar. Ada seorang pelacur yang sedang kehausan di padang pasir….

Dari dua riwayat tersebut kita menjadi tahu, bahwa ternyata rasa kasih sayang merupakan sarana untuk masuk kedalam surga-Nya Allah. Kalau kepada hewan saja kita diperintahkan untuk kasih sayang, apalagi kepada sesama manusia, lebih khusus lagi kepada sesama muslim, tentu kita harus berbuat baik, saling menyayangi, saling peduli, dan bersikap lemah lembut. Jangan sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit emosi, membentak, bersuara keras, apalagi hingga berbuat zhalim atau aniaya kepada sesama manusia. Na’udzubillahi min dzalik.

Maha Suci Allah, Dzat yang mengaruniakan rasa cinta dan kasih sayang kepada makhluk-Nya, tidaklah kasih sayang itu melekat pada diri seorang muslim, kecuali akan memperindah orang tersebut. Dan tidaklah kasih sayang terlepas dari diri seorang muslim, kecuali akan memperburuk dan menghinakan orang tersebut.

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, "Allah itu mempunyai seratus rahmat…"

Mudah-mudahan kita semua yang hadir di sini, termasuk orang-orang yang memiliki rasa kasih sayang kepada sesama manusia, maupun makhluk-makhluk-Nya Allah yang lain. Kita awali dari rasa kasih sayang kita kepada keluarga, anak, istri, ayah dan ibu, saudara, tetangga, teman dekat, begitu pula orang yang kita kenal maupun orang yang tidak kita kenal, harus kita sayangi dan perlakukan dengan baik.

Semoga dengan cinta dan rasa kasih sayang yang kita miliki, kita mendapatkan kasih sayang dari Allah, dan dimudahkan untuk masuk ke dalam surga.

Demikian yang bisa kami sampaikan, kurang dan lebihnya, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa’ala aalihi wa ashabihi ajma’in. Wabillahit taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


*Disampaikan dalam kultum Ramadhan di masjid Nurul Huda, dusun Graulan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar