Selasa, 12 Maret 2013

Happiness

Kebahagiaan itu muncul dari hati yang paling dalam, terpancar dari wajahnya yang cerah, tingkah lakunya yang baik, dan energi positif yang menyebar. Sehingga orang-orang di sekitarnya turut merasakan energi postif tersebut. Tetapi ada juga orang yang berkamuflase seolah-olah bahagia, padahal lagi bermuram durja, pikirannya selalu negatif, sehingga energi negatif pun ikut menyebar. Bedanya, kalau pemikir positif, ia akan selelu menanggapi kejadian-kejadian yang paling buruk sekalipun dengan sikap dan respon yang positif. Artinya, dalam keadaan susah, ia akan tetap bahagia, tanpa harus berkamuflase dan hipokrit.


Status FB, 13 Maret 2013

Senin, 11 Maret 2013

Berani Mencoba

Mencoba sesuatu justru jarang kita lakukan, entah karena malas, menunda waktu, atau sok sibuk. Padahal itu menyenangkan dan lebih terukir, karena belajar sembari mencoba. Mengutip dari sebuah buku, "Lebih baik bertindak walau kelak terbukti tindakan itu salah, daripada takut bertindak karenanya tidak pernah melakukan sesuatupun". Artinya, untuk bisa sukes dan mencapai tujuan, harus diawali dengan mencoba. Seperti kata Aa Gym, rumus 3 M: Mulai dari diri sendiri; Mulai dari hal-hal yang kecil; dan Mulai saat ini juga. So, gimana sobat? sudah mencoba bertindak, melakukan sesuatu. Take Action! Just do it! 


Status FB, 10 Maret 2013

Sabtu, 09 Maret 2013

Alami

ketika pagi menyambut
Mentari tersenyum binar
dan bumi terbangun
Kicauan burung berbalasan
Embun pagi menyemai
dingin bercampur segar
Pohon-pohon seakan dimandikan
bernafaskan udara segar
sementara manusia
nikmati nafas segarnya
nafas yang bercampur padu
nafas pohon rimbun
nafas embun dingin
nafas burung berkicau
menjadi nafas alam


Rihan Musadik
Yogyakarta, 10 Maret 2013

Jumat, 08 Maret 2013

Bayanganku

Embun salju berpadu satu
bayangan indah kulanjut dalami
di sebuah tempat sepi hanya berdua
Ruang bayang mengaliri jiwaku
membekas dalam kalbu nan dalam
selalu denganmu
dan teringat tubuh wajahmu
Melompat ke tempat lain
kali ini bukan suasana salju putih
hanya berganti rerimbunan hijau
sejuk di hati
lepas dahaga rindu
Kuharap kau juga begitu
membekas bayanganku dalam hatimu
 

Rihan Musadik
Yogyakarta, 5 Maret 2013

Minggu, 17 Februari 2013

Aksi Demonstrasi Mencoreng Demokrasi

 Oleh: Rihan Musadik

Akhir-akhir ini marak diberitakan tentang rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Mendengar berita tersebut, masyarakat menjadi resah gelisah, karena mereka merasa terbebani dengan biaya penghasilan hidup mereka yang tergolong masih pas-pasan. Reaksi pun berdatangan dari berbagai pihak, ada yang pro, tetapi lebih banyak yang kontra. Salah satunya adalah aksi demonstrasi mahasiswa dari berbagai universitas, baik negeri maupun swasta. Dalam hal ini, aksi demonstrasi yang merupakan manifestasi dari demokrasi dilakukan oleh beberapa mahasiswa untuk menolak harga BBM karena dianggap menyusahkan rakyat. Namun sayangnya, perilaku demonstrasi yang muncul di berbagai media massa seringkali berlangsung anarki, bahkan tidak jarang bentrok dengan aparat. Hal inilah yang membuat nilai-nilai demokrasi menjadi tercoreng. Seakan-akan demokrasi itu akrab dengan anarkisme, kerusuhan, vandalisme, dan sebagainya. 


Yogyakarta, 28 Mei 2012

Selasa, 12 Februari 2013

Kalimat Sakti

Yakinlah !!!
Jika Anda hanya mendengarkan apa yang dikatakan orang, Anda akan gila. Anda harus melakukan apa yang Anda yakini (Sudono Salim/Lim Sioe Liong).

Kamis, 07 Februari 2013

Kejujuran dan Kepasrahan Total

Kebesaran seseorang itu terletak dalam kejujurannya. Bukan pada keberaniannya semata. Sebab, keberanian itu belum tentu sama dengan kejujuran. Sedangkan kejujuran itulah yang sebetulnya keberanian (Imam Malik bin Anas).

Syaikh Abu A’la al-Maududi
Agama Islam mengecam sistem kerajaan (monarki). Sebab, setiap kerajaan pasti memaksakan kehendaknya agar ditaati turun-temurun. Malapetaka bakal terulang kembali dalam dunia Islam, apabila sistem kerajaan tetap dipertahankan, sedangkan bentuk kekhalifahan yang demokratis ditinggalkan.

Lebih baik jiwa ragaku kuserahkan kepada Allah ketimbang mengemis-ngemis kepada tiran yang lalim. Seandainya Tuhan menghendaki kematianku, akan kuberikan nyawaku dengan sukarela. Sebab, seandainya takdir belum menetapkan ajalku, apapun yang hendak mereka lakukan, tidak akan mampu menghabisi jiwaku (Abu A’la al-Maududi).


Disadur dari buku 30 Kisah Teladan, Vol. 8 kisah ke-23. “Jujur itu Berani”. Karangan KH. Abdurrahman Arroisi.