Minggu, 30 Desember 2012

Sistem Energi Dominan Taekwondo (Kyorugi)

 Oleh: Devi Tirtawirya, M.Or.

Kebutuhan Energi Taekwondoin Kyorugi (Fight)

Sistem energi yang digunakan dalam setiap cabang olahraga berfungsi untuk menentukan jenis latihan yang dilakukan. Selama ini belum ada penelitian yang mengungkap secara detail masalah predominan sistem energi yang digunakan dalam pertandingan taekwondo, khususnya untuk kategori kyorugi. Untuk menentukan persentase predominan sistem energi yang digunakan dalam taekwondo kategori kyorugi, perlu mempertimbangkan beberapa hal, antara lain: lama waktu pertandingan, macam gerak, irama gerak, waktu recovery, dan interval.

1.  Lama Waktu Pertandingan

Pertandingan dalam taekwondo kyorugi dilakukan dalam tiga ronde, dengan waktu istirahat antar ronde 1 menit. Tiap ronde dalam pertandingan taekwondo memerlukan waktu 2 menit bersih. Artinya, ketika wasit menghentikan pertandingan karena terjadi insiden, maka waktu tersebut tidak termasuk waktu bertanding. Dengan demikian waktu pertandingan adalah total waktu efektif yang di gunakan selama pertandingan berlangsung, yaitu diawali dari aba-aba “mulai (shijak) “ sampai dengan aba-aba “berhenti (keuman)”.

Perolehan nilai dengan cara melakukan teknik pukulan dan tendangan, pada sasaran yang telah ditentukan, dan mengandung power. Berdasarkan hasil pengamatan, dalam setiap babak terjadi fight rata-rata antara 7-15 kali dengan akumulasi waktu fight rata-rata antara 1-3 detik. Dengan demikian, lama waktu untuk recovery antar fight rata-rata 5 detik.

Organisasi dan Tahapan dalam Penyelenggaraan Training Camp (TC) Taekwondo - Masalah Pendanaan

Oleh: Rihan Musadik

Dalam pemyelenggaraan training camp (TC) cabang olahraga taekwondo, struktur organisasinya disesuaikan dengan tingkat penyelenggaraan TC tersebut, yaitu tingkat kabupaten, provinsi, ataupun nasional. Dalam hal ini, penyelenggaraan TC dan program latihan yang kami buat berada pada tingkat provinsi. Tahapan dan struktur oganisasi penyelenggaraan TC dimulai dari perekrutan atlet di tingkat klub, setelah itu akan dipilih yang terbaik dari masing-masing klub, lalu menjadi tim kabupaten yang lazim disebut pelatkab (pelatihan kabupaten). Setelah itu akan diseleksi kembali dari masing-masing kabupaten di suatu provinsi untuk membentuk tim pelatda (pelatihan daerah).

Dari tim yang terbentuk inilah para atlet akan ditempatkan atau diasramakan untuk lebih fokus lagi dalam berlatih sesuai dengan program latihan yang telah dibuat, yang lazim disebut dengan training camp (TC). Itu dari segi perekrutan atlet untuk dipusatkan. Sedangkan dari struktur organisasi penyelenggaraan TC, dimulai dari PBTI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia) yang mendapat persetujuan dari KONI pusat, kemudian memberikan persetujuan kepada pengprov yang bersangkutan. Setelah mendapat rekomendasi dari PBTI untuk menyelenggarakan TC, pengprov perlu mendapat persetujuan dari KONI di tingkat provinsi, untuk mendapat dana dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), yang tentunya dana dari KONI tersebut berasal dari pemerintah pusat, lebih tepatnya APBN, bila di tingkat provinsi sumber dana berasal dari APBD. Dana yang diperoleh oleh pengprov untuk keperluan TC, sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan baik teknis maupun non-teknis yang besarannya sesuai dengan proposal yang diajukan.

Kamis, 20 Desember 2012

Program Latihan Taekwondo dalam Satu Bulan

Oleh: Rihan Musadik

Sebelum menjalani proses latihan selama satu bulan menjelang pertandingan, perlu direncanakan dahulu program latihan yang pas dan sesuai selama satu bulan menjelang pertandingan, agar tujuan dan sasaran dari latihan dapat tercapai, dan latihan tidak berlangsung sia-sia. Dengan kata lain, tanpa ada perencanaan dan program latihan yang jelas, maka tujuan dan sasaran latihan pun menjadi tidak jelas.

Untuk program latihan fisik taekwondo dalam waktu satu bulan menjelang akan dilangsungkannya pertandingan, sebaiknya program latihan dibagi menjadi 4 tahap, yaitu: minggu pertama, minggu kedua, minggu ketiga, dan minggu keempat. Setiap minggunya latihan pagi dan sore selama 6 hari, khusus hari minggu libur untuk mengistirahatkan tubuh. Berarti ada 12 kali latihan dalam satu minggu. Hal ini untuk memudahkan pengaturan tujuan dan sasaran dari latihan. Setiap harinya baik pagi dan sore diberikan latihan yang bervariasi, dan intensitas latihan juga harus berbeda setiap harinya, tidak boleh latihan berat setiap hari.

Selasa, 04 Desember 2012

Analisis Pertandingan Kyorugi

 Oleh: Rihan Musadik

Pada pertandingan kyorugi tersebut, menggunakan PSS (Protector Scoring System). Penggunaan sistem elektronik ini lebih objektif dan akurat dalam memberikan penilaian, serta menghilangkan unsur subjektivitas juri dalam memberikan nilai. Alat ini menggunakan “chip” yang dilekatkan pada body protector, dan sebelum pertandingan akan dicoba lebih dahulu untuk mengetahui alat tersebut berfungsi sebagaimana mestinya, dan juga disaksikan oleh para penonton. Sehingga hal ini menghilangkan keraguan pelatih maupun atlet dalam objektivitas penilaian (poin).

Pertandingan pada video ini adalah Dutch Open 2012 Taekwondo, yaitu pada saat partai final antara Aaron Cook vs Sebastian Crismanich kelas 80 kg. Pada pertandingan ini dimenangkan oleh sudut merah, karena berhasil meraih poin lebih banyak. Pertandingan menggunakan PSS ini sangat membutuhkan akurasi tendangan dan power yang besar. Karena meleset sedikit saja atau tidak tepat dari “chip” yang terpasang di punggung kaki dan body protector, maka poin tidak akan muncul meskipun power tendangan besar dan kuantitas tendangan yang banyak. Begitu pula power tendangan, sangat mutlak diperlukan, karena jika tendangan sudah tepat mengarah ke sasaran, tetapi power yang dihasilkan kurang, maka poin juga tidak akan muncul.

Peran Pemuda Bagi Kemajuan Bangsa

Oleh: Rihan Musadik

Generasi  muda merupakan salah satu elemen bangsa yang cukup penting—kalau enggan berkata sangat penting—dan sangat diharapkan bisa meneruskan generasi-generasi sebelumnya dalam membangun bangsa kita ini. Bahkan generasi muda sangat dimungkinkan mampu memperbaiki, memajukan, dan membawa angin segar perubahan bagi bangsa yang sedang carut-marut ini. Tetapi hal itu tidak mungkin terlaksana tanpa adanya pendidikan dan bimbingan kepada anak-anak muda tersebut. Itulah yang menjadi peran penting para orangtua, guru, dosen, pendidik, maupun pelatih dalam membimbing, mendidik, dan memberi contoh kepada para pemuda bangsa ini.

Secara psiko-biologis usia muda, baik itu masa remaja maupun dewasa awal yang berkisar antara 13 sampai 30 tahun, merupakan masa-masa produktif, serta memiliki kualitas fisik dan tingkat kebugaran yang masih cukup subur dibanding dengan usia 30 tahun ke atas. Hal ini merupakan modal utama bagi para pemuda untuk lebih banyak berbuat, bertindak, dan melakukan hal-hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Selasa, 23 Oktober 2012

The Power of Words

Tak ada waktu terbaik selain hari ini…
Nikmatilah hari ini dengan hati yang bahagia… 

Hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian, dan kebencian.

Hidup Anda adalah hari ini, saat ini, detik ini. Bukan besok, bukan kemarin, bukan tadi, dan bukan nanti. 

Jangan jadi orang lemah, semuanya pasti akan berlalu.

Pada akhirnya segala sesuatu akan beres, kalau ternyata tidak beres berarti itu bukan akhirnya.

Mereka menempuh bahaya, kesukaran, sakit, dan mati.

Lebih baik bertindak, walau kelak terbukti tindakan itu salah, daripada takut bertindak karenanya tidak pernah melakukan sesuatupun.


Positive Mental Attitude

Kualitas kehidupan kita 10% ditentukan oleh apa yang terjadi pada diri kita, dan 90% ditentukan oleh bagaimana kita menanggapi kejadian-kejadian tersebut.

Segala sesuatu harus ditanggapi dengan sikap dan respon yang positif.


Biarkan Masa Depan Datang Sendiri

Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata, belum pasti, belum dapat diraba, tidak memiliki rasa dan warna, dan belum berwujud. 

Jika demikian, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menimpa, dan meramalkan bencana-bencana yang ada di dalamnya?

Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengannya atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwujud kesenangan atau kesedihan?


Hari ini Milik Anda

Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Jika kamu berada di sore hari, janganlah menunggu pagi tiba.

Hari inilah yang akan anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang.

Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, malamnya menyelimuti Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.

Umur Anda mungkin tinggal hari ini. Maka, anggaplah masa hidup Anda hanya hari ini, atau seakan-akan Anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga.


The Unlimited Power

Suatu penghalang untuk maju adalah perasaan takut. Biasanya ketakutan itu tidaklah seburuk yang Anda bayangkan, karena bentuknya hanyalah ancaman yang tidak realistis yang melekat pada khayalan Anda.

Sesungguhnya orang-orang yang berhasil adalah mereka yang pemberani.

Sabtu, 15 September 2012

Kutipan Motivasi

Sikap percaya diri yang dilandaskan pada iman akan menyebabkan segala bentuk tekanan tidak dijadikan sebagai kendala, tetapi dimaknai sebagai tantangan yang akan membentuk kepribadian dirinya menjadi lebih cemerlang. 

Bekerja dalam tekanan justru akan menimbulkan kreativitas, dinamika, dan nilai tambah bagi seseorang. Sikap tabah melahirkan keyakinan, kekuatan, dan kesungguhan untuk menghasilkan unjuk kerja yang bernilai tinggi. Mereka tidak gampang menyerah, tidak gampang patah, walaupun tantangan atau tekanan menghadang setiap langkah pekerjaannya. 

Mereka sangat yakin bahwa nilai setiap pekerjaan akan terasa semakin bermakna bila mereka mampu mengatasi setiap tantangan yang dihadapinya. Mereka sadar bahwa untuk memperoleh mutiara dibutuhkan perjalanan yang panjang, menyelam jauh ke dasar samudra. Tidak ada hasil yang gratis, kecuali harus diperjuangkan.

Kebanyakan orang gagal adalah yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka ke titik sukses saat mereka memutuskan untuk menyerah.


Sumber:

Nugroho, Agung. 2004. Status Mental Atlet DIY Terhadap Mental Training. Jurnal Penelitian di DIY