Sabtu, 13 September 2014

Tinjauan Biomekanika Teknik Dollyo Chagi (1)

A. Pendahuluan

Beladiri taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga full body contact dengan aplikasi gerak yang sangat kompleks. Dikatakan sangat kompleks, karena gerakan-gerakan dalam taekwondo membutuhkan power, kecepatan, kelentukan, kekuatan, koordinasi, keseimbangan, dan akurasi yang tinggi untuk menghasilkan gerakan yang sempurna, baik saat melakukan tendangan, pukulan, maupun tangkisan. Oleh karena itu, teknik harus selalu dilatihkan pada saat latihan, sesuai dengan tingkatan masing-masing taekwondoin. Dimulai dari gerakan dasar (ki bon dojak), hingga berlanjut ke gerakan-gerakan yang lebih kompleks.

Seiring dengan pesatnya perkembangan sains dan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), berpengaruh pula pada dunia keolahragaan, dimana penerapan sains dan teknologi sudah banyak dilakukan di negara-negara maju. Salah satunya adalah penerapan mekanika, yaitu studi analisis tentang gerak suatu benda, yang akhirnya berkembang menjadi biomekanika, sebagai bidang ilmu aplikasi mekanika pada sistem tubuh manusia (anatomi). 

Biomekanika merupakan kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan, ilmu biologi, anatomi, dan fisiologi. Biomekanika menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh mahluk hidup. Dalam biomekanika prinsip-prinsip mekanika dipakai dalam penyusunan konsep, analisis, desain, pengembangan peralatan, dan sistem dalam biologi yang berkaitan dengan konsep gerak. Sedangkan menurut Awan Hariono dalam mata kuliah Biomekanika di FIK UNY, pengertian biomekanika adalah ilmu yang mempelajari gaya internal dan eksternal yang bekerja pada tubuh manusia serta pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan oleh gaya tersebut dalam aktivitas olahraga dan latihan. Sedangkan tujuan mempelajari biomekanika antara lain: mampu menganalisis teknik secara tepat dan cermat, memperbaiki performance atau teknik, memilih peralatan yang sesuai, dan dapat mengembangkan teknik-teknik baru.

Sayangnya masih banyak pelaku olahraga di Indonesia, baik pelatih, guru penjas, maupun atlet, yang masih awam dengan konsep analisis gerak, khususnya penerapan biomekanika dalam dunia olahraga. Ditambah lagi minimnya pengetahuan teknologi olahraga, seperti software analisis gerak, yang bisa menganalisis gerakan sedemikian rupa dengan bantuan komputer yang memuat data tentang rumus-rumus mekanika. Rumus-rumus yang merupakan aplikasi mekanika dalam olahraga inilah yang menjabarkan bagaimana gerakan manusia bisa sangat efektif dan efisien, sehingga dapat menghasilkan prestasi. Analisis gerak yang didapatkan kemudian dijadikan pegangan pelatih untuk memberikan instruksi yang benar kepada atletnya. Software khusus inilah yang bisa membuat pelatih menentukan gerakan-gerakan yang efektif dan efisien agar atletnya bisa berprestasi.

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar