Selasa, 11 Agustus 2015

Tafsir Surat Al-Qadr (Pertemuan ke-6)

Ayat kelima salaamun hiya hatta matla’il fajr yang artinya: Salam (kedamaian) atas malam itu (lailatul qadr) sampai terbitnya fajar.

Kata “salam” pada ayat kelima ini mengandung tiga makna yang berkaitan dengan malam lailatul qadr. 

Pertama, salam di ayat ini maksudnya  adalah kebaikan dan keberkahan. Pada malam lailatul qadr; isinya hanyalah kebaikan, keberkahan, kedamaian, dan kesejahteraan. Tidak ada keburukan di dalamnya, karena pada malam itu sumber keburukan sudah dibelenggu oleh Allah. Hal ini dijelaskan oleh Imam Qatadah dalam Tafsir Ath-Thabari.

Nabi pernah bersabda bahwa di malam pertama bulan Ramadhan setan-setan dan jin-jin kafir dibelenggu. Dan setiap malam akan ada hamba-hamba Allah yang dibebaskan dari neraka. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Hakim, dinilai shahih oleh Imam Hakim dan Syaikh Al-Albani.

Kedua, salam artinya adalah keselamatan. Seperti yang terdapat dalam surat Al-Anbiya’ ayat 69 yang bunyinya kulnaa ya naaru kuunii bardan wa salaaman ‘alaa ibraahiim. Artinya: Kami berfirman, “Wahai api, menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. Sehingga apabila dikaitkan dengan ayat kelima surat Al-Qadr, maknanya menurut Ustadz Abdullah Zaen bahwa orang-orang yang menghidupkan malam lailatul qadr dengan ibadah dan berbagai macam kebaikan, akan selamat dari api neraka.

Dalam Shahihain dijelaskan bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang bangun (untuk beribadah) pada malam lailatul qadr dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”. Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan dalam menghidupkan malam lailatul qadr. Amiin.

Ketiga, salam adalah ucapan salam seperti lazimnya kita mengucapkan (mendoakan) salam kepada sesama muslim, yakni ucapan Assalamua’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Maksudnya, pada malam lailatul qadr para malaikat akan mengucapkan salam (doa dan pujian) kepada hamba-hamba Allah yang menghidupkannya. Ini berarti bahwa salam yang akan didapatkan kaum muslimin yang beribadah di malam lailatul qadr tak terhitung banyaknya. Karena pada malam ini malaikat yang turun ke bumi lebih banyak banyak dari seluruh butiran pasir yang ada di muka bumi.

Jika kita pergi ke sebuah pantai, adakah yang sanggup menghitung jumlah butiran pasir di dalamnya? Berapa banyaknya? Tentu tak terhitung. Belum lagi dengan pantai-pantai yang lain. Apatah lagi seluruh pasir yang ada di muka bumi. Nah, para malaikat yang turun ke muka bumi pada malam lailatul qadr jumlahnya lebih banyak dari pasir yang ada di bumi. Innallaha ‘ala kulli syaiin qadiir. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Takbir. Allahu akbar. 


*Catatanku dari Kajian Rutin Tafsir Al-Qur'an (Rabu Malam) bersama Ustadz Abdullah Zaen hafizhahullahu ta'ala di Masjid Agung Darussalam Purbalingga (Masjid Nabawi Jawa).

Selesai. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar