Sabtu, 13 Juli 2013

Problematika Olahraga di Indonesia

Oleh: Rihan Musadik

Diakui atau tidak, olahraga telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak zaman dahulu hingga kini. Kalau di zaman dahulu olahraga bentuknya masih sebatas mempertahankan diri, beradaptasi dengan lingkungan, berburu, kesenian, maupun untuk kepentingan perang. Berbeda pada saat sekarang, olahraga telah banyak mengalami perubahan dan berkembang lebih luas menyentuh berbagai aspek kehidupan. Dinamika olahraga dalam perjalanannya mengalami banyak institusionalisasi yang semakin lama seiring dengan berjalannya waktu, semakin terstruktur, terorganisir, dan tersistematisasi dengan baik.

Hal ini ditandai dengan peran sentral pemerintah dalam me-manage berbagai aspek di bidang keolahragaan, baik itu menyangkut pendidikan yang notabene menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, maupun olahraga prestasi yang diharapkan mampu mengangkat citra dan martabat bangsa Indonesia di kancah internasional. Di samping itu, induk-induk cabang olahraga juga menjadi indikasi terorganisirnya berbagai macam cabang olahraga yang ada.

Selasa, 09 Juli 2013

Senin - KKN UNY di Dusun Graulan - Arah Kiblat

Hari Senin, 8 Juli 2013, masih tentang KKN UNY di dusun Graulan, tidak banyak kegiatan yang saya lakukan, tapi cukup memusingkan untuk mengerjakan garis shaf shalat masjid Nurul Huda. Sebenarnya hal itu keinginan dari pihak takmir masjid tersebut untuk memperbaiki shaf, yang kemiringannya hanya selisih sedikit saja beberapa derajat. Dengan niat amal ibadah, akhirnya kami kerjakan juga dengan dua orang teman saya (dengan setengah hati, karena memang kami kurang mantap dalam mengerjakannya). Itu disebabkan karena garis shaf yang lama masih bisa digunakan, bedanya cuma sedikit dengan kemiringan garis shaf yang diperbaharui Depag. Padahal masalah kemiringan arah kiblat tidak perlu menjadi masalah, karena ada banyak dalil shahih yang mengatakan tidak perlu dan tidak harus tepat sekali dengan arah kiblat. Seperti yang saya kutip dari www.mediasalaf.com:

Jumat, 05 Juli 2013

Sabtu Pagi - KKN UNY - Kebersamaan

Catatan harianku seputar KKN UNY semester khusus dimulai pada hari ini, yaitu Sabtu, 6 Juli 2013. Meskipun sudah mulai diterjunkan ke lokasi KKN di Dusun Graulan, Kelurahan Giripeni, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulonprogo pada 1 Juli 2013. Mata kuliah KKN yang 3 sks ini, diawali dari proses administrasi yang antara lain berisi: regsitrasi, pembayaran, pembekalan, ujian formalitas, pelepasan, dan penerjunan. Selain itu juga perkenalan dengan anggota kelompok dari berbagai fakultas, dan observasi bersama ke dusun Graulan. Cerita seputar kegiatan atau aktivitas harian di dusun Graulan, mungkin yang paling menarik untuk dituliskan di sini.

Rabu, 26 Juni 2013

Landing Philosophy

Setelah terbang melayang-layang di ketinggian abstraksi yang begitu rumit dengan ketinggian bahasa yang sebenarnya hanya signifier belaka; melewati garis demarkasi, lalu menuju ke kedalaman metafisika, hingga passing over, dan mencoba alam pikir kebebasan. Sudah saatnya untuk turun perlahan dari wacana teoritis murni, lalu teori praktis, hingga benar-benar mencebur ke dalam ranah praksis yang mudah dipahami, beradaptasi dengan habitat setempat dengan segala adat istiadat dan kompleksitas kebudayaan yang ada. Dan akhirnya, Ludwig Wittgenstein menghubungiku untuk segera menggunakan pisau analisisnya yang saya kira cukup praktis, ia bilang, "Filsafat Bahasa". Kabar baiknya, saya siap menggunakan tanpa rasa malu sedikitpun, dan bukan berarti kehilangan intelektualitas yang ternyata hanyalah dorongan eksistensi saja, karena ini menyangkut sesuatu yang "tinggi": kebijksanaan. 


Status FB

Kehampaan

Dari sudut pandang kita, serba salah. Apakah kekosongan itu pertanda ketinggian. "Kosong adalah isi, isi adalah kosong". Sebuah kebingungan yang bercampur dengan kegelisahan, prasangka pribadi yang amat relatif dan belum tentu benar, meski bisa ditebak kelanjutannya, apakah sebuah madness yang jenius? Atau hanya sebuah dorongan eksistensial karena segelintir orang. Dan status ini berkaitan dengan itu. Lagi-lagi Derrida berbisik, "Dekonstruksi!", dan Foucault merenung, Madness and Civilization, ajaran Tao berkata, "Mereka yang mengetahui tidak akan bicara, sedangkan mereka yang bicara itu sebenarnya tidak mengetahui", dan aku berpikir, "Kebingungan dan Misteri".


Status FB

Kamis, 13 Juni 2013

Cahaya dalam Gelap

Di lorong gelap
Begitu panjang
Bagai tak berkesudahan
Aku mencari-cari secercah cahaya
Meski hanya kerdip lilin
yang suatu saat akan mati

Tak kutemukan
Begitu gelap
Aku gelisah
Aku takut
Aku gugup

Apa yang harus kuperbuat
Berharap pada siapa
Kusandarkan semua pada siapa

Pada Tuhan?
Yang setiap hari kusembah
Kusebut nama-Nya
lalu aku menunggu keajaiban
yang didatangkan pada orang-orang suci
ribuan tahun lampau?

Apa masih ada oh Tuhan…
Di zamanku yang penuh kegilaan ini
Seolah dosa-dosa
Hanyalah kumpulan hal biasa
Atau mereka tak tahu
Mana dosa mana mulia

Wahai sang pemilik cahaya
Beri aku setitik cahaya-Mu
Meski aku hidup di negeri gila
Penuh dosa


Rihan Musadik
Samirono, 12 Juni 2013

Ucapan Someone: Virus atau Zat Gizi?

Beberapa ucapan dari orang-orang di sekitar kita, terkadang justru merusak tatanan kehidupan kita yang sudah tertata rapi, bagaikan virus komputer yang merusak sebuah sistem, juga seperti virus yang melemahkan diri kita. Kendati demikian, kita juga harus mengakui bahwa sebuah ucapan juga bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi kehidupan kita, bagaikan zat gizi yang amat diperlukan oleh tubuh yang berfungsi untuk membangun dan mengatur jaringan tubuh. Oleh karena itu, kita perlu berhati-hati dengan virus-virus yang merusak, yang terkadang datang dari orang-orang di sekitar kita, dan harus pandai-pandai mengonsumsi zat gizi yang penting bagi diri kita. 


Status FB