Kamis, 25 Desember 2014

Organisasi dalam Olahraga

Oleh: Rihan Musadik

Salah satu organisasi yang acapkali dijumpai dalam masyarakat adalah organisasi olahraga. Pada dasarnya organisasi dalam bidang olahraga tidak berbeda jauh dengan organisasi pada umumnya. Perbedaaannya hanya terletak pada rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dijalankan. Kemudian tujuan dari organisasi olahraga lebih kepada pembinaan dan peningkatan prestasi. Jadi, secara sederhana organisasi olahraga dapat diartikan sebagai usaha dari sekelompok orang yang bergerak di bidang olahraga dan saling bekerjasama untuk mencapai tujuan pembinaan dan peningkatan prestasi (Dwi Susanto, 2011: 24).

Macam dari organisasi di bidang olahraga sangat beragam, mulai dari organisasi yang besar seperti Kemenpora, KONI, KOI, hingga level yang paling bawah seperti klub olahraga, UKM, perkumpulan, perguruan beladiri, selabora, dan sebagainya. Cabang olahraga di Indonesia sendiri sangat banyak dan beragam. Oleh karena itu, perlu adannya induk organisasi yang mengatur cabang-cabang olahraga yang ada. Adapun induk organisasi olahraga di negara Indonesia yang membawahi, mengatur, dan mengkoordinir semua organisasi cabang olahraga di Indonesia adalah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). KONI sendiri dibagi berdasarkan wilayah kerjanya, ada KONI Pusat yang bertempat di Jakarta, KONI Provinsi, dan KONI Kabupaten. Masing-masing mengatur dan mengakomodasi seluruh cabang olahraga yang ada di wilayahnya.

Kemudian organisasi olahraga yang levelnya berada di bawah KONI adalah induk organisasi cabang olahraga, misalnya adalah PBTI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia), PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia), PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia), IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia), FORKI, PSSI, PBVSI, serta masih banyak lagi induk organisasi cabang olahraga yang ada di Indonesia. Masing-masing cabor memiliki struktur kepengurusan, mulai dari pengurus pusat, provinsi, kabupaten, dan level yang paling bawah, yaitu semacam klub, selabora, UKM, perkumpulan, ataupun perguruan.

Organisasi-organisasi olahraga yang memiliki hierarki ini pada prinsipnya memang didesain agar supaya saling berkaitan satu sama lain. Dengan demikian akan terjalin kerjasama, koordinasi, dan sistem yang teratur antara organisasi olahraga tersebut, baik di tingkat daerah maupun pusat. Kalau ini berjalan dengan sinergis, maka program-program yang sudah direncanakan dengan matang akan mudah terlaksana, sehingga tujuan utama dari organisasi olahraga yaitu pembinaan dan peningkatan prestasi dapat tercapai dengan maksimal. 


Daftar Pustaka

Dwi Susanto N.F. 2011. “Studi Tentang Perkembangan Perkumpulan Renang Tirta Dharma, Penguin, dan Maskarebet Eks Karesidenan Surakarta 2005 – 2010”. Skripsi S-1. Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, FKIP UNS.

Rihan Musadik. 2014. Studi Perkembangan dan Pembinaan UKM Taekwondo UNY Periode 2009 – 2013. Skripsi S-1. Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga, FIK UNY.

2 komentar: