Aku merasa bahwa dalam hidup ini, terkadang kita merasa bahagia,
senang, dan gembira. Tapi juga tak kalah sering, dan tidak bisa dipungkiri
kadang kita merasa jenuh, sumpek, sedih, dan perasaan-perasaan lain yang
membuat hati ini tak mampu lagi tertawa lebar. Bahkan aku sering berpikir,
alangkah indahnya kematian di tengah ksemrawutan hidup di dunia ini, sambut aku wahai sang kematian, begitu
kira-kira perasaan berkata ketika dalam kondisi serba membosankan. Namun di
sisi lain, kita amat takut dengan yang namanya kematian itu sendiri, entah
karena rasa sakitnya menjelang sakaratul maut, atau takut meninggalkan hidup
dunia ini yang sudah menjadi comfort zone,
atau bagi seorang yang sadar akan hidup di alam kebadian, ia justru takut
apakah bekal amal yang dibawa untuk kematian dan perjalanan panjang, lelah,
lama dan berliku sudah cukup untuk memenuhi dirinya.
Minggu, 21 Juli 2013
Di Ujung Cinta
Aku mendekat karena rindu
Menunggumu dekat pintu depan
dan merasa kau mendekat
lalu kutatap wajahmu yang sendu
Sembari berharap kau duduk di sebelahku
Sembari berharap kau duduk di sebelahku
Bicara tentang masa depan kita yang indah
atau mungkin
Gulungan-gulungan perasaan ini
hanya mengharap
Tapi ini usaha
meski tanggap sekerdip lilin
berlanjut ataukah sewajarnya
Kuberi kau sinyal-sinyal cinta
kau balas juga sebenarnya
tapi aku belum yakin
perasaanmu sungguh
Mungkin aku baru yakin
kala aku katakan cinta padamu
sementara kau jawab dengan senyuman indah
sambil tersipu malu
Rihan
Musadik
Juli
2013
Kamis, 18 Juli 2013
Detak Haru
Dari detak jantung jam dinding
tepat diatas kepalaku
Waktu menunjuk mentari sepenggelahan naik
Mata-mata sayu menemui hajatnya
dan dari mata sayu terakhir yang kuajak bicara
Itu mengajak hati ini menari
Dari tubuh-tubuh terbaring
tergeletak dengan diliputi
dingin
Dingin yang bercampur wangi kelapa sawit
Nenek tua melintas tepat dari ujung bola mataku
Mengharu birukan rasa galau yang semakin berkerak
dari kerak-kerak nurani jauh di dalam
Meneteskan air mata kesedihan
dan kuminta melepaskan beban
Dari kalbu yang terlanjur berat
Menahan tangis tersembunyi ini
Rihan Musadik
Graulan, 19 Juli 2013
Sabtu, 13 Juli 2013
Taekwondo Sebagai Manifestasi Pendidikan Karakter
Oleh: Rihan Musadik
Berbicara tentang pendidikan karakter, tentu tak lepas dari peran seluruh elemen masyarakat, jika ingin pendidikan karakter berhasil dan tertanam pada generasi bangsa ini, terutama para pemuda yang saat ini sedang mengalami demoralisasi atau kemerosotan akhlak. Kita lihat bagaimana tawuran antar pelajar terjadi dimana-mana, siswa ketahuan menyontek, terlambat masuk sekolah atau indisipliner, maraknya tindak kriminal, skandal asusila, serta kearifan lokal yang mulai pudar. Hal ini mengindikasikan penurunan akhlak yang sangat signifikan pada generasi muda.
Berkaitan dengan masalah implementasi pendidikan karakter yang akhir-akhir ini sedang hangat dibicarakan. Realisasi pendidikan karakter sendiri dapat diajarkan pada segala aspek kehidupan. Mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan, lingkungan sekolah, maupun lingkungan olahraga (klub). Dalam hal ini pendidikan karakter dapat diajarkan lewat olahraga, salah satunya adalah olahraga beladiri taekwondo.
Problematika Olahraga di Indonesia
Oleh: Rihan Musadik
Diakui atau tidak, olahraga telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak zaman dahulu hingga kini. Kalau di zaman dahulu olahraga bentuknya masih sebatas mempertahankan diri, beradaptasi dengan lingkungan, berburu, kesenian, maupun untuk kepentingan perang. Berbeda pada saat sekarang, olahraga telah banyak mengalami perubahan dan berkembang lebih luas menyentuh berbagai aspek kehidupan. Dinamika olahraga dalam perjalanannya mengalami banyak institusionalisasi yang semakin lama seiring dengan berjalannya waktu, semakin terstruktur, terorganisir, dan tersistematisasi dengan baik.
Hal ini ditandai dengan peran sentral pemerintah dalam me-manage berbagai aspek di bidang keolahragaan, baik itu menyangkut pendidikan yang notabene menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah, maupun olahraga prestasi yang diharapkan mampu mengangkat citra dan martabat bangsa Indonesia di kancah internasional. Di samping itu, induk-induk cabang olahraga juga menjadi indikasi terorganisirnya berbagai macam cabang olahraga yang ada.
Selasa, 09 Juli 2013
Senin - KKN UNY di Dusun Graulan - Arah Kiblat
Hari Senin, 8 Juli 2013, masih tentang KKN UNY di dusun Graulan, tidak banyak kegiatan yang saya lakukan, tapi cukup memusingkan untuk mengerjakan garis shaf shalat masjid Nurul Huda. Sebenarnya hal itu keinginan dari pihak takmir masjid tersebut untuk memperbaiki shaf, yang kemiringannya hanya selisih sedikit saja beberapa derajat. Dengan niat amal ibadah, akhirnya kami kerjakan juga dengan dua orang teman saya (dengan setengah hati, karena memang kami kurang mantap dalam mengerjakannya). Itu disebabkan karena garis shaf yang lama masih bisa digunakan, bedanya cuma sedikit dengan kemiringan garis shaf yang diperbaharui Depag. Padahal masalah kemiringan arah kiblat tidak perlu menjadi masalah, karena ada banyak dalil shahih yang mengatakan tidak perlu dan tidak harus tepat sekali dengan arah kiblat. Seperti yang saya kutip dari www.mediasalaf.com:
Jumat, 05 Juli 2013
Sabtu Pagi - KKN UNY - Kebersamaan
Langganan:
Postingan (Atom)